Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mulai Mengkhawatirkan, Bagaimana Cara Deteksi Flu Burung pada Manusia atau Hewan?

Kevi Laras , Jurnalis-Selasa, 28 Februari 2023 |20:00 WIB
 Mulai Mengkhawatirkan, Bagaimana Cara Deteksi Flu Burung pada Manusia atau Hewan?
ancaman flu burung, (Foto: Reuters)
A
A
A

ANCAMAN flu burung hadir dan membuat kekhawatiran bertambah, di tengah-tengah situasi pandemi Covid-19 yang belum juga usai.

Tidak hanya merebak pada unggas, dan menyebabkan banyak kerugian misalnya di Inggris, Jepang, Perancis. Namun penularan flu burung pada manusia juga sudah terjadi, bahkan sudah merenggut jiwa dengan satu kasus kematian anak berusia 11 tahun di Kamboja akibat virus flu burung.

Dengan ini tentu masyarakat perlu tahu, sebagai langkah kehati-hatian, sebetulnya bagaimana cara untuk mendeteksi dan mengetahui seseorang positif flu burung atau tidak.

Dijelaskan Ahli epidemiologi dari Griffith University Australia, dr. Dicky Budiman cara mendeteksi penyakit infeksi ini, tetap harus memakai metode RT-PCR ataupun Antigen. Dari dua metode ini, meski masing-masing punya kelebihan, Dicky sendiri lebih merekomendasikan untuk swab PCR.

"Kalau misalnya ada kasus diduga (suspek) pada manusia, tesnya itu sama yakni swab untuk mengambil sample,l yaitu RT-PCR yang direkomendasikan. Walau sebetulnya ada rapid influenza diagnostic atau Antigen," jelas dr. Dicky saat dihubungi MNC Portal, Selasa (28/2/2023)

Lebih lanjut dijelaskan, dr. Dicky mengungkap mengapa swab RT-PCR lebih disarankan ketimbang metode antigen. Menurutnya, metode antigen tak sensitif untuk mendeteksi avian flu alias flu burung/

"Antigen ini belum terbukti sensitif untuk (subvarian) flu burung,” imbuhnya.

Cara yang sama, juga berlaku untuk mendeteksi flu burung pada hewan unggas.

“Jadi yang direkomendasikan, PCR dengan swab nasofaring atau orofarings dari pasien atau terduga suspek atau juga pada burung (unggas) ya," jelas dr. Dicky lagi.

Terkait merebaknya flu burung saat ini, Dicky memperingatkan, Indonesia punya potensi kasus kmengingat Indonesia sebagai negara endemik, (kemunculan suatu penyakit yang konstan atau penyakit tersebut biasa ada pada populasi dalam suatu area geografis tertentu).

" Berkaitan dengan kasus flu burung, bahwa Indonesia merupakan negara yang endemik, di Asean ini yang endemik itu termasuk Indonesia," pungkas dr. Dicky

Sebagai informasi, saat ini pemerintah Indonesia sendiri melalui Kementerian Kesehatan sudah mulai siaga flu burung. Salah satunya dengan mewaspadai Kejadian Luar Biasa (KLB) Flu Burung Clade Baru 2.3.4.4b dan penerbitan Surat Edaran Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Nomor PV.03.01/C/824/2023 tentang Kewaspadaan Kejadian Luar Biasa Flu Burung (H5N1) Clade Baru 2.3.4.4b yang ditetapkan pada 24 Februari 2023.

 BACA JUGA:Flu Burung Mulai Mengkhawatirkan, WHO Koordinasi dengan Kamboja

BACA JUGA: Ini Gejala yang Dialami Kontak Erat Pasien Meninggal akibat Flu Burung di Kamboja

Melalui Aturan ini, Kepada Dinas Kesehatan Provinsi, kabupaten/Kota dan kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan seluruh pihak terkait, di seluruh Indonesia diminta untuk berkoordinasi dan berkerjasama dengan instansi yang membidangi fungsi kesehatan hewan, serta sektor terkait lainnya dalam upaya pencegahan dan pengendalian flu burung pada manusia.

(Rizky Pradita Ananda)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement