Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ahli Epidemiologi Ungkap Cara Pencegahan Penularan Flu Burung ke Manusia

Kevi Laras , Jurnalis-Selasa, 28 Februari 2023 |15:10 WIB
Ahli Epidemiologi Ungkap Cara Pencegahan Penularan Flu Burung ke Manusia
pencegahan penularan flu burung ke manusia, (Foto: Bio World)
A
A
A

BADAN Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan baru-baru ini, bahwa penyakit flu burung memang sudah mulai mengkhawatirkan dan tengah menjadi concern saat ini.

Bukan hanya kematian banyak unggas, tapi ketakutan ini juga besar dipicu oleh sudah adanya kasus kematian manusia akibat flu burung di Kamboja beberapa waktu lalu.

"Situasi global tentang H5N1 ini mengkhawatirkan, mengingat meluasnya penyebaran virus pada burung di seluruh dunia, dan meningkatnya laporan kasus pada mamalia termasuk manusia," ujarv Dr Sylvie Briand, Direktur Kesiapsiagaan dan Pencegahan Epidemi dan Pandemi WHO , dikutip dari Reuters, Selasa (28/2/2023)

Sebagai bentuk antisipasi, sebaiknya masyarakat bisa paham bagaimana cara pencegahan flu burung. Dikatakan Ahli epidemiologi dari Griffith University Australia, dr. Dicky Budiman, pencegahan flu burung bisa dimulai dengan penerapan protokol kesehatan seperti masker sampai kebersihan diri dan kandang.

“Memproteksi diri dengan pakai masker, menjaga kebersihan dan membersihkan kandangnya (hewan unggasnya), ” terang dr. Dicky saat dihubungi MNC Portal, Selasa (28/2/2023).

“Selain itu, memakai sarung tangan, penutup kepala dan menggunakan baju yang bahan plastik di saat masuk kandang atau berinteraksi dengan hewan. Baju pelindung bisa dicuci dengan sabun, setelah melakukan kontak dengan burung (unggas) itu segera mandi sebelum melakukan pekerjaan aktivitas lain," imbuh Dicky panjang lebar.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti bagaimana jarak aman antara kandang hewan dengan pemukiman. Menurutnya, yang namanya kandang hewan idealnya memang terletak harus jauh dari pemukiman manusia, untuk menjaga penularan dari hewan ternak.

"Seharusnya sudah mulai ditata bagaimana cara mengelola atau memelihara hewan ternak, bukan hanya seperti unggas tapi juga sapi dan lainnya. Harus jauh dari pemukiman,” saran dr. Dicky

(Ilustasi-Foto: Shutterstock) 

Menurutnya, jika faktor seperti ini diabaikan masyarakat. Maka sebetulnya, merebaknya flu burung seperti bom, alias tinggal tunggu waktu.

“Kalau tidak (jauh dari pemukiman), ini bicara pemantik atau waktu kalau pemicunya hanya tinggal tunggu waktu untuk jadi sumber wabah bisa menyebabkan outbreak ya," peringatan dari dr. Dicky lagi.

 BACA JUGA:Benarkah Gejala Umum Virus Flu Burung Clade Baru Mirip Influenza?

BACA JUGA:Kasus Flu Burung Mucul di Kalimantan Selatan, Menyerang Peternakan Bebek Peking

(Rizky Pradita Ananda)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement