Kakek dari Haji Sanap menuturkan latar belakang Rawa Bangke bukan hanya dari pembantaian etnis Tionghoa.
Melainkan berasal dari pembuangan korban perampokan di wilayah tersebut. Perampok membuang mayat korbannya untuk menghilangkan jejak.
Pergantian nama menjadi Stasiun Jatinegara terjadi pada masa penjajahan Jepang. Pasukan Jepang tidak mengganti nama wilayah kekuasaan Belanda ke Jepang. Meski demikian, terdapat banyak versi sejarah penamaan Stasiun Jatinegara.

Jepang menyerahkan seluruh aset perkeretaapian kepada pemerintah Indonesia setelah kemerdekaan Indonesia. Saat ini, Stasiun Jatinegara berdiri di bawah PT KAI sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Stasiun Jatinegara merupakan cagar budaya. Bentuk dan keasliannya bangunan stasiun masih terjaga. Nuansa klasik masa kolonial Belanda tetap kental hingga saat ini lho!
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.