Cara ‘memotong antrian’ lewat jalur orang dalam seperti yang dilakukan Steven di atas, menawarkan uang pelicin, atau membayar orang yang punya koneksi (pejabat pemerintah hingga pekerja medis) di rumah sakit , diungkap tujuh dokter di enam kota dan beberapa orang yang melakukan hal yang sama adalah praktik yang biasa di tengah kondisi merebaknya kasus Covid-19 di seluruh China yang membuat kamar-kamar dan bangsal darurat di rumah sakit jadi penuh.
Disebutkan lebih lanjut, praktik seperti ini telah lama menjadi hal yang lumrah dalam sistem kesehatan masyarakat China yang kekurangan sumber daya.
Per tahun 2021, menurut keterangan makalah Fudan School of Public Health di Shanghai, China disebut hanya mempunyai sekitar 4,37 tempat tidur ICU per 100.000 orang.
“Makin tinggi atau senior koneksi yang dimiliki, maka Anda akan mendapat perawatan yang semakin baik atau semakin gampang melewati antrian pasien lain. Contoh, jika kenal kepala RS, maka Anda tidak akan kesulitan mendapatkan tempat tidur (di rumah sakit)," pungkas seorang dokter Shanghai.
BACA JUGA:Covid Varian Kraken Tambah 3 Kasus Baru, 1 Pasien Riwayat Umrah
BACA JUGA:Isu Pria yang Tak Divaksin Covid-19 Spermanya akan Mahal, Kemenkes: Hoaks!
(Rizky Pradita Ananda)