Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Berebut Tempat Tidur di RS, Pasien Covid-19 di China Harus Pakai Jalur Orang Dalam

Pradita Ananda , Jurnalis-Senin, 20 Februari 2023 |12:35 WIB
Berebut Tempat Tidur di RS, Pasien Covid-19 di China Harus Pakai Jalur Orang Dalam
pasien Covid-19 di China berebut tempat tidur di rumah sakit, (Foto: Reuters)
A
A
A

KASUS infeksi Covid-19 di China masih terus mengkhawatirkan, sampai membuat banyak pasien positif kesulitan mendapatkan tempat tidur di rumah sakit.

Seperti yang dialami Steven, yang positif terinfeksi Covid-19 pada Desember 2022 saat puncak wabah tengah menghantam Beijing. Awalnya ia merasa baik-baik saja, sampai akhirnya kondisinya memburuk di hari kedelapan.

Sudah tak tahan karena hampir tidak bisa berjalan dan kesulitan bernapas, sesampainya di rumah sakit, Steven diberitahu pihak rumah sakit bahwa sudah tak ada lagi bed alias tempat tidur untuk pasien yang tersisa.

Penolakan yang sama juga terjadi saat pria berusia 40 tahun itu, pergi ke rumah sakit yang lain. Putus asa karena tak kunjung mendapat tempat tidur di rumah sakit, Steven meminta keluarganya untuk mencoba cara dengan memakai koneksi orang dalam.

Setelah berjam-jam terluntang-lantung menelpon koneksinya ke sana ke mari, Steven akhirnya dibawa ke rumah sakit yang sudah dipenuhi pasien. Ia berhasil mendapatkan tempat tidur dan dipasang oksigen, meski ditempatkan di tempat tidur bangsal pasien anak-anak, berkat bantuan dari ibu teman sekelas keponakannya yang bekerja di rumah sakit tersebut, dilansir Reuters, Senin (20/2/2023).

"Jika saya tak punya koneksi, saya tidak akan bisa dapat tempat tidur dan obat di rumah sakit,” ungkap Steven.

Steven sendiri akhirnya dirawat di rumah sakit selama 20 hari dengan diagnosa dari dokter, dirinya mengalami pneumonia berat.

(Foto: Reuters) 

Cara ‘memotong antrian’ lewat jalur orang dalam seperti yang dilakukan Steven di atas, menawarkan uang pelicin, atau membayar orang yang punya koneksi (pejabat pemerintah hingga pekerja medis) di rumah sakit , diungkap tujuh dokter di enam kota dan beberapa orang yang melakukan hal yang sama adalah praktik yang biasa di tengah kondisi merebaknya kasus Covid-19 di seluruh China yang membuat kamar-kamar dan bangsal darurat di rumah sakit jadi penuh.

Disebutkan lebih lanjut, praktik seperti ini telah lama menjadi hal yang lumrah dalam sistem kesehatan masyarakat China yang kekurangan sumber daya.

Per tahun 2021, menurut keterangan makalah Fudan School of Public Health di Shanghai, China disebut hanya mempunyai sekitar 4,37 tempat tidur ICU per 100.000 orang.

“Makin tinggi atau senior koneksi yang dimiliki, maka Anda akan mendapat perawatan yang semakin baik atau semakin gampang melewati antrian pasien lain. Contoh, jika kenal kepala RS, maka Anda tidak akan kesulitan mendapatkan tempat tidur (di rumah sakit)," pungkas seorang dokter Shanghai.

 BACA JUGA:Covid Varian Kraken Tambah 3 Kasus Baru, 1 Pasien Riwayat Umrah

BACA JUGA:Isu Pria yang Tak Divaksin Covid-19 Spermanya akan Mahal, Kemenkes: Hoaks!

(Rizky Pradita Ananda)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement