KASUS infeksi Covid-19 di China masih terus mengkhawatirkan, sampai membuat banyak pasien positif kesulitan mendapatkan tempat tidur di rumah sakit.
Seperti yang dialami Steven, yang positif terinfeksi Covid-19 pada Desember 2022 saat puncak wabah tengah menghantam Beijing. Awalnya ia merasa baik-baik saja, sampai akhirnya kondisinya memburuk di hari kedelapan.
Sudah tak tahan karena hampir tidak bisa berjalan dan kesulitan bernapas, sesampainya di rumah sakit, Steven diberitahu pihak rumah sakit bahwa sudah tak ada lagi bed alias tempat tidur untuk pasien yang tersisa.
Penolakan yang sama juga terjadi saat pria berusia 40 tahun itu, pergi ke rumah sakit yang lain. Putus asa karena tak kunjung mendapat tempat tidur di rumah sakit, Steven meminta keluarganya untuk mencoba cara dengan memakai koneksi orang dalam.
Setelah berjam-jam terluntang-lantung menelpon koneksinya ke sana ke mari, Steven akhirnya dibawa ke rumah sakit yang sudah dipenuhi pasien. Ia berhasil mendapatkan tempat tidur dan dipasang oksigen, meski ditempatkan di tempat tidur bangsal pasien anak-anak, berkat bantuan dari ibu teman sekelas keponakannya yang bekerja di rumah sakit tersebut, dilansir Reuters, Senin (20/2/2023).
"Jika saya tak punya koneksi, saya tidak akan bisa dapat tempat tidur dan obat di rumah sakit,” ungkap Steven.
Steven sendiri akhirnya dirawat di rumah sakit selama 20 hari dengan diagnosa dari dokter, dirinya mengalami pneumonia berat.

(Foto: Reuters)