Sepsis sendiri, terjadi ketika sistem kekebalan dalam tubuh bereaksi berlebihan terhadap infeksi dan mulai merusak jaringan dan organ tubuh orang itu sendiri.
Kasus mengejutkan ini dilaporkan dalam Journal of Medical Case Reports. Dalam laporan tersebut, petugas medis meng-highlight bagaimana cepatnya sepsis bisa menimbulkan kefatalan.
“Meskipun kontrol sudah dilakukan dengan debridemen agresif yakni pengangkatan jaringan, perawatan luka yang hati-hati, dan pemberian antibiotik spektrum luas, pasien meninggal karena syok septik,”
“Waktu antara diagnosis dan pengobatan sangat memengaruhi morbiditas dan mortalitas, dan bisa dengan cepat berkembang menjadi sepsis. Inilah mengapa, penyakit ini tetap bisa jadi penyakit yang mengancam jiwa,” bunyi keterangan petugas medis dalam laporan Journal of Medical Case Reports tersebut.
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.