Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gorontalo Utara Akan Gelar Festival Sate Tuna Terpanjang di Dunia, Siap Pecahkan Rekor MURI

Salman Mardira , Jurnalis-Selasa, 14 Februari 2023 |20:47 WIB
Gorontalo Utara Akan Gelar Festival Sate Tuna Terpanjang di Dunia, Siap Pecahkan Rekor MURI
Sate tuna. (Foto: TripAdvisor)
A
A
A

PEMERINTAH Kabupaten Gorontalo Utara bersiap menggelar festival bakar sate tuna terpanjang di dunia di kawasan wisata Pantai Minanga, Desa Kotajin Utara, Kecamatan Atinggola. Kegiatan yang akan berlangsung pada September 2023 ini diharapkan bisa tercatat dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

"Bakar sate tuna terpanjang ini nanti saya akan kolaborasikan dengan festival budaya mandi Safar," kata Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu kepada Okezone.com saat berkunjung ke MNC Portal Indonesia di Lantai 12 Gedung iNews Tower, Kompleks MNC Center, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (14/2/2023).

 BACA JUGA:Kunjungi MNC Portal Indonesia, Bupati Gorontalo Utara Ungkap Konsep Pengembangan Pariwisata

Mandi Safar adalah tradisi masyarakat Gorontalo yang digelar tiap Rabu terakhir bulan Safar dalam kalender Hijriah. Ritual ini bermakna buang sial. Tradisi ini menjadi potensi wisata yang bisa menarik kunjungan wisatawan.

 Ilustrasi

Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu. (Okezone.com/Salman Mardira)

Menurut Thariq, festival budaya mandi Safar nantinya bisa digelar sampai 3 hari dan satu hari di antaranya ditampilkan aksi bakar sate tuna terpanjang. "Pesertanya nanti kita libatkan juga dari kabupaten dan kota lainnya," ujar mantan dosen IAIN Sultan Amai Gorontalo ini.

Sate tuna merupakan makanan khas Gorontalo. Ikan tuna melimpah di laut Gorontalo dan jadi salah satu komoditas ekspor yang menggerakkan ekonomi masyarakat.

 BACA JUGA:Pemkab Gorontalo Utara Berupaya Lestarikan Benteng Orange, Bangunan Bersejarah Peninggalan Belanda

Berbeda dengan sate lainnya, sate tuna tidak disajikan dengan bumbu kacang, tapi dimakan dengan sambal dabu-dabu arang yang diracik dengan cabai merah lokal, bawang merah, gula, garam, dan minyak kelapa.

Thariq mengungkapkan alasan memilih Pantai Minanga sebagai lokasi festival bakar sate tuna nantinya, karena karakter pantai ini unik dengan garis pantainya yang panjang dan ada situs bebatuan yang ada gua di dalamnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement