Pada bagian tengah struktur desa ini terbuat dari beton yang menghubungkan puluhan toko souvenir dan rumah-rumah penduduk. Pada setiap toko kecil di sepanjang jalan setapak semuanya menjual berbagai pernak-pernik dari kerang dan juga kaos batik.
Salah satu hal yang menjadi daya tarik desa Koh Panyee ini adalah tiga buah lapangan sepakbola yang terapung. Lapangan itu terbuat dari kayu dan dibangun setelah gelaran Piala Dunia 1986.
Sumber pendapatan masyarakat Koh Panyee adalah dengan menangkap ikan. Namun seiring dengan banyaknya wisatawan yang datang membuat mereka mulai memanfaatkan para wisatawan sebagai sumber pendapatan mereka.
Bahasa Indonesia menjadi salah satu bahasa yang digunakan disini. Namun masyarakat muda di Koh Panyee mulai banyak yang telah menggunakan bahasa Thailand dan hanya generasi tua saya yang menggunakan Bahasa Indonesia.
Saat ini, Desa Koh Panyee tidak dapat untuk diperluas lagi. Oleh karena itu, untuk generasi berikutnya harus mencari tempat tinggal di daratan di tempat lain.
(Salman Mardira)