''Saya tahu rekan-rekan yang mengalami gegar otak setelah terlempar ke atap pesawat secara tidak terduga, atau anggota badan patah karena mereka berjalan melalui lorong selama turbulensi yang buruk'', kata dia.
"Beberapa orang berpikir bahwa kami memasang tanda sabuk pengaman tanpa alasan yang jelas sama sekali, tetapi jika kami melakukannya, ada baiknya mengikuti aturan dan mengikatnya. Manusia bisa diterbangkan melalui pesawat, semudah ponsel, atau sepatu. Terakhir, kami sangat menyarankan Anda untuk bepergian dengan tas jinjing Anda," tambahnya.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.