Instruksi untuk tidak menyertakan Covid-19 sebagai penyebab kematian ini pada akhirnya memang terjadi. Masih dari laporan Reuters, disebutkan lebih lanjut bahwa dari beberapa keluarga pasien meninggal karena Covid-19, mengatakan penyakit itu tidak muncul pada sertifikat kematian keluarga mereka, dan beberapa pasien melaporkan tidak dites swab Covid-19 meskipun tiba di rumah sakit sudah dengan mengalami gejala pernapasan.
Seorang dokter di RS umum yang terletak di Shanghai mengaku, hal ini sudah terjadi sejak pelonggaran aturan Zero Covid-19 pada awal Desember 2022.
"Kami telah berhenti mengklasifikasikan kematian akibat Covid, sejak pelonggaran aturan pada Desember 2022. Tidak ada gunanya melakukan itu, karena hampir semua orang berpikiran (mereka) positif,” ujar sang dokter.
Beberapa dokter mengatakan, mereka diberi tahu bahwa panduan ini datang dari pemerintah. Meskipun tidak ada yang tahu dari siapa atau departemen mana jelasnya.
BACA JUGA:Pandemi Semakin Terkendali, Kemenkes Fokus pada Imunisasi Rutin Anak
BACA JUGA:Ratusan Pelajar di Ponorogo Hamil Duluan, Kemenkes Soroti Pentingnya Pembinaan ke Orangtua