Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Apakah Bahaya Rokok Elektrik Lebih Kecil daripada Rokok Biasa?

Kevi Laras , Jurnalis-Minggu, 15 Januari 2023 |14:42 WIB
Apakah Bahaya Rokok Elektrik Lebih Kecil daripada Rokok Biasa?
rokok elektrik versus rokok batangan biasa, (Foto: Freepik)
A
A
A

"Karena lebih sering menghisap dan lebih banyak dikonsumsi dan kadarnya sama ya bahayanya, tetap sama,” kata dr. Erlina dalam media briefing secara daring baru-baru ini.

Penggunaan rokok elektrik, menurutnya justru juga memicu rasa candu. Sama halnya dengan rokok batangan tradisional. Justru menurutnya, para pengguna vape jadi lebih sering mengisap lebih sering merokok karena varian rasa dari vape itu sendiri.

“Jadi saya sudah mengatakan, bahwa elektrik sama menimbulkan kecanduan," tegasnya.

Dokter Erlina menjelaskan lebih lanjut, vape sendiri memiliki kandungan zat yang setara dengan penggunaan rokok konvensional biasanya. Maka, secara dampak pun bisa sama-sama berbahaya bagi kesehatan, bahkan bisa jadi pemicu kanker.

"Elektrik ini sama menimbulkan kecanduan dan berbahaya untuk organ-organ tubuh seperti rokok konvensional. Ke depannya, juga bisa menimbulkan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh paru, jantung dan lain-lain," jelas dr Erlina

Melansir dari laman P2PTM, sejak dilegalkan pada pertengahan tahun 2018, peredaran rokok elektronik di Indonesia semakin luas dan mudah dijangkau. Bila digunakan secara terus menerus, dampak jangka panjangnya justru dapat memicu timbulnya penyakit kardiovaskular, kanker paru-paru, dan penyakit berbahaya lainnya.

 BACA JUGA:Bahaya Dari Oral Sex, Waspadai Organ Intim Bisa Terbakar

BACA JUGA:5 Gejala Sakit Perut Berbahaya yang Harus Diwaspadai, Jangan Diabaikan!

(Rizky Pradita Ananda)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement