Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PERISKOP 2023: Piala Dunia U-20 2023 dan Dampaknya terhadap Pariwisata Indonesia

Wiwie Heriyani , Jurnalis-Senin, 09 Januari 2023 |07:31 WIB
PERISKOP 2023: Piala Dunia U-20 2023 dan Dampaknya terhadap Pariwisata Indonesia
Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, salah satu venue Piala Dunia U-20 2023 (Foto: Instagram/@m_herbert_w)
A
A
A

GELARAN Piala Dunia U-20 yang akan mulai diselenggarakan di Indonesia pada 20 Mei 2023 mendatang menjadi momen yang ditunggu-tunggu bagi penggemar sepak bola.

Perhelatan ini rencananya akan berlangsung di enam stadion di enam kota.Seperti tertuang di dalam Instruksi Presiden nomor 8 tahun 2020 yaitu Stadion Gelora Bung Karno (GBK) di Jakarta, Stadion Si Jalak Harupat Bandung (Jawa Barat), Stadion Manahan Solo (Jawa Tengah).

Lalu Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya (Jawa Timur), Stadion I Wayan Dipta Gianyar (Bali), dan Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang (Sumatera Selatan).

Putaran final Piala Dunia khusus untuk pesepak bola di bawah usia 21 tahun itu akan meloloskan tim nasional 24 negara peserta dari seluruh dunia, di antaranya Indonesia yang menjadi tuan rumah.

Momen ini tentu tak hanya membuat timnas dari puluhan negara tersebut yang akan mendatangi Indonesia, namun juga para penggemar kesebelasan yang acap dijuluki sebagai pemain ke-12 ini pun sudah pasti ikut boyongan dan menyesaki kota-kota penyelenggara.

Selama hampir satu bulan mereka akan mendukung timnas kesayangan hingga mengantarnya ke tangga juara. Penginapan-penginapan di kota-kota penyelenggara akan terisi penuh.

BACA JUGA: Manfaatkan Piala Dunia 2022, Sandiaga Promosi Pariwisata Indonesia di Qatar

Suporter Timnas Indonesia di Stadion GBK

(Foto: MNC Portal/Rizky Syahrial)

Peristiwa tersebut tentu menjadi kesempatan emas bagi Indonesia untuk memperkenalkan seluruh potensi pariwisata yang dimiliki.

Pasalnya, para pemain ke-12 itu tak hanya menghabiskan waktu bertandang ke stadion menyaksikan kesebelasannya berlaga, namun kemungkinan juga akan berwisata di negara tropis dengan bentang pantai terpanjang kedua di dunia tersebut.

Terkait rencana gelaran Piala Dunia U-20 2023 yang berlangsung di Indonesia, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan promosi paket wisata di enam kota yang menjadi tempat penyelenggaraan Piala Dunia U-20 pada 2023 mendatang.

Menparekraf Sandiaga Uno

(Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno, Foto: ANTARA)

Berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2020 tentang Dukungan Penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup 2021 (ditunda ke 2023) terdapat enam stadion yang disiapkan yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno di Jakarta, Stadion Jakabaring (Palembang, Sumatera Selatan), Stadion Si Jalak Harupat (Bandung, Jawa Barat), Stadion Manahan (Surakarta, Jawa Tengah), Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya, Jawa Timur), dan Stadion Kapten I Wayan Dipta (Gianyar, Bali).

"Ada enam venue yang akan digunakan, tentunya Bali ini destinasi unggulan kita dan juga Sumatra Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jakarta dan Surabaya. Di enam venue tersebut kita persiapkan juga paket-paket wisata," kata Sandiaga saat ditemui di kawasan Istana Merdeka, Jakarta beberapa waktu lalu.

Sandiaga menjelaskan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk mempersiapkan promosi wisata, acara tambahan (pre and side events), serta produk-produk ekonomi kreatif unggulan, mengingat Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah perhelatan sepak bola internasional tersebut.

Sejumlah destinasi wisata yang disiapkan antara lain Taman Nasional Bromo Tengger Semeru untuk wilayah Jawa Timur, Candi Borobudur untuk wilayah Jawa Tengah, wisata alam dan kuliner di Jawa Barat, serta wisata berbasis sejarah dan kerajinan berbahan dasar kulit di Sumatra Selatan.

"Termasuk juga bagaimana kita melakukan pendekatan dari segi digital marketing sehingga event dunia ini bisa membawa dampak positif terhadap pemulihan pariwisata promosi destinasi maupun juga produk-produk ekonomi kreatif kita," tuturnya.

Sementara itu Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali mengatakan, Piala Dunia U-20 2023 dijadwalkan berlangsung pada 20 Mei-11 Juni 2023 dan diikuti 24 negara peserta, termasuk Indonesia selaku tuan rumah.

BACA JUGA: Indonesia Siap Sambut Wisman China, Sandiaga Uno: Tetap Penuh Kehati-hatian! 

Menpora Zainudin Amali

(Menpora Zainudin Amali, Foto: MNC Portal)

Hingga saat ini sudah ada sembilan negara lain yang lolos ke putaran final Piala Dunia U-20 2023 yakni Republik Dominika, Guatemala, Honduras, Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Israel, Italia, dan Slovakia.

Sebelumnya perhelatan sepak bola dunia itu ditunda oleh FIFA dari yang seharusnya dilaksanakan pada 2021 menjadi 2023 karena situasi pandemi Covid-19. Kondisi sejumlah stadion pun harus diperbaiki lagi untuk bisa memenuhi standard badan sepak bola dunia tersebut.

Lantas, apa saja dampak yang sekiranya dapat diperoleh Indonesia melalui perhelatan Piala Dunia U-20 2023 terhadap pariwisata Tanah Air? Berikut Okezone rangkumkan ulasannya.

Peningkatan sarana dan prasarana wisata

Pakar pariwisata dari Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung (STPB), Heri Cahyadi mengatakan, sama seperti prinsip pariwisata secara umum, wisata olahraga juga diharapkan mengacu pada prinsip pro-poor, pro-growth, dan pro-job.

Latihan Timnas di GBK

(Latihan Timnas Indonesia di Stadion GBK, Foto: MNC Portal)

Demikian juga pada pelaksanaan Piala Dunia U-20 yang akan dilaksanakan di Palembang, Jakarta, Bandung, Solo, Surabaya dan Gianyar Bali yang menurutnya dapat membangkitkan perekonomian wilayah melalui peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, baik lokal, nusantara maupun mancanegara.

“Salah satu dampaknya, pembangunan atau peningkatan sarana dan prasarana wisata olahraga di kota-kota yang menjadi tempat pertandingan dan tentu saja setelah event selesai dapat digunakan untuk pembinaan atlit-atlit,” ujar Heri, saat berbincang dengan Okezone di Jakarta, Sabtu, 7 Januari 2023.

Menumbuhkan UMKM

Dampak lain, lanjut Heri adalah terbukanya lapangan kerja musiman di bidang pariwisata, terutama bagi mereka yang tidak memiliki pekerjaan dan meningkatkan pendapatan.

“Dampak berganda dari kegiatan tersebut bagi lapangan usaha UMKM, karena kegiatan tersebut akan membutuhkan berbagai macam jenis usaha untuk mendukung kejuaraan tersebut, seperti pernak-pernik sepakbola, kaos, usaha makan minum, penginapan dan lain-lain,” tambah Heri.

Peningkatan lapangan kerja pariwisata

Heri melanjutkan, berbicara wisata olahraga dapat dikelompokkan menjadi wisata olahraga prestasi seperti Piala Dunia U-20 yang akan dilangsungkan, di mana para pesertanya datang untuk mencari uang dan penghargaan, dan wisata olahraga hobi dan petualangan.

BACA JUGA: Bangkitkan Sport Tourism, Sandiaga Uno Ditugaskan Rancang Festival Olahraga Nasional

Dijelaskan Heri, wisata olahraga hobi dan petualangan merupakan wisata yang berkelanjutan, dalam artian sifatnya tidak musiman/sementara dan kedua jenis wisata olahraga tersebut harus saling terkait.

Infografis Bali Destinasi Populer di Dunia

Menurut dia, sarana dan prasarana olahraga yang digunakan untuk wisata olahraga prestasi setelahnya harus dapat digunakan untuk kegiatan wisata olahraga hobi dan petualangan.

“Karena hobi dan petualangan inilah yang secara ekonomi memberikan keberlanjutan dari sisi peningkatan ekonomi, terbukanya lapangan usaha dan kerja serta penyediaan/peningkatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana yang ada,” paparnya.

Menarik dinantikan seberapa besar dampak gelaran Piala Dunia U-20 2023 terhadap pariwisata Indonesia yang perlahan tapi pasti kini mulai bangkit setelah 'mati suri' dihantam pandemi Covid-19.

Semoga Indonesia mampu menjadi tuan rumah yang baik, sekaligus menorehkan prestasi di kancah sepakbola dunia, bukan sekadar menjadi tim pelengkap di ajang tersebut.

(Rizka Diputra)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement