Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cegah Stunting di Indonesia, Kemenkes Bagikan Tablet Tambah Darah Bagi Remaja dan Ibu Hamil

Kevi Laras , Jurnalis-Rabu, 04 Januari 2023 |12:25 WIB
 Cegah Stunting di Indonesia, Kemenkes Bagikan Tablet Tambah Darah Bagi Remaja dan Ibu Hamil
Anak stunting (Foto: BBC)
A
A
A

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) tengah mengupayakan menekan jumlah penderita stunting di Indonesia. Hal ini dilakukan dengan melakukan intervensi spesifik sebelum bayi lahir, dilakukan pada remaja putri dan ibu hamil dan setelah lahir pada balita.

Menyediakan tablet tambah darah (TTD) sebagai upaya pencegahan pada remaja dan ibu hamil. Menurut Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Maria Endang Sumiwi mengatakan TTD sudah tersedia di seluruh pelayanan kesehatan di Indonesia.

 stunting

"Ini penting jadi disediakan di layanan kesehatan pemerintah semua menyediakan, baik itu Puskesmas bisa juga di Posyandu. Standar intervention karena ini penting sekali untuk anak-anak kita jadi dia tersedia di semua layanan kesehatan yang melayani ibu hamil," ungkap Endang dalam Gerakan Bumil Sehat: Generasi Tangguh Bebas Stunting disiarkan di YouTube Kemenkes, Rabu (4/1/2023)

Sementara bagi remaja, selain minum TTD, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyarankan para remaja putri rutin melakukan pemeriksaan kadar hemoglobin setidaknya 6 bulan atau 1 tahun sekali. Pemeriksaan bisa dilakukan di Puskesmas tanpa dipungut biaya alias gratis.

 BACA JUGA:Selain Obesitas, Anak Stunting Juga Berisiko Alami Bahaya Kesehatan Ini!

“Pesan saya buat remaja puteri, supaya hidupnya sehat, anaknya nanti tidak Stunting, tes darah minimal satu tahun sekali. Kalau angkanya dibawah 12 harus minum TTD, kalau HB udah diatas 13, jaga kesehatannya, makannya yang cukup,” pesan Menkes dikutip dari Sehat Negeriku laman Kemenkes

Namun secara umum stunting belum dipahami oleh para orang tua, Endang pun menjelaskan jika kondisi bisa dilihat dari pertumbuhan anak. Sebagaimana dipahami jika stunting banyak faktor yang mempengaruhi, salah satunya gizi.

Lebih lanjut, Endang sampaikan ada tiga faktor penentu tersebut yaitu asupan gizi, nggak boleh sering sakit dan stimulasi anak. Faktor pertama gizi yang dikonsumsi ibu berupa protein, asam folat dan lainnya harus dipenuhi.

Kemudian, mencegah anak agar tidak kena stunting dengan jaga kondisi anak, jangan sering sakit. Maka energi atau gizi yang ada untuk proses pemulihan/ penyembuhan, dan terkahir stimulasi.

"Jadi stimulasi untuk anak itu penting sejak dalam kandungan, maupun sejak dalam kandungan maupun setelah. Jadi ketiga hal itu penting kan kita kan kita tumbuhnya itu sejak kehidupan selanjutnya kehidupan selanjutnya setiap hari," ucap Endang.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement