KOTA Kupang adalah salah satu kota di di Indonesia yang terletak di sebelah barat Pulau Timor. Memiliki luas sekitar 180, 27 kilometer persegi, Kota Kupang yang merupakan kota setingkat kabupaten ditetapkan menjadi ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kota Kupang memiliki penduduk yang heterogen, dengan berbagai etnis dan agama. Meski begitu, kota ini pernah mendapat penghargaan dari pemerintah sebagai kota toleran.
Selain ditetapkan sebagai kota toleran, ternyata Kota Kupang juga dikenal dengan mottonya, yaitu 'Kupang Kota Kasih'.
Namun, jangan salah mengartikan kata ‘Kasih’ di motto tersebut. Kasih merupakan akronim dari Karya, Aman, Sehat, Indah, dan Harmonis.

Setiap kata dalam akronim tersebut memiliki sekaligus pengharapan di dalamnya. Kata ‘Karya’ dikaitkan dengan bekerja. Untuk memenuhi kebutuhannya, masyarakat Kota Kupang diharuskan untuk bekerja keras.
‘Aman’ diartikan sebagai kondisi kota yang harus selalu kondusif. Membuat warga lokal maupun para pendatang merasa aman selama berada di sana.
Pemerintah Kota Kupang juga sangat memperhatikan fasilitas kesehatan di kotanya. Ada sekitar 12 rumah sakit tipe D, C, dan B di Kota Kupang. Juga terdapat 11 puskesmas dan belasan fasilitas kesehatan (faskes) lainnya, yang bisa diakses menggunakan BPJS Kesehatan.
Sayangnya, sanitasi lingkungan masih kurang menjadi perhatian seluruh kalangan. Masyarakat masih gemar membuang sampah di sembarang tempat.
Beberapa tahun terakhir, Kota Kupang tengah berbenah untuk memperbaiki penataan kota. Beberapa taman mulai dipugar, seperti taman Tamnos, Taman Adipura, dan Pantai Kelapa Lima.
Monumen Tirosa di bundaran PU, Patung Inaboi di depan Hotel Ina Boi Kelapa Lima dan patung Sonbai di Jalan Urip Sumoharjo, juga tidak luput dari perbaikan.
Selain itu, toleransi antarsuku dan antarumat beragama terjalin baik di Kota Kupang. Setiap umat beragama bebas menjalankan ibadah menurut kepercayaannya tersebut, juga perayaan hari-hari besar keagamaan mereka.

Salah satu monumen yang menggambarkan Kota Kupang sebagai ‘Kota Kasih’ juga sebagai simbol toleransi adalah Tugu Merpati yang identik dengan berbentuk dua telapak tangan manusia yang terbuka melepas merpati putih.
Monumen yang juga dikenal sebagai taman patung kasih tersebut memiliki tulisan ‘Uisneno Nokan Kit’ di bagian depannya. Tulisan yang memiliki arti ‘Tuhan Memberkati Kita’ merupakan doa bagi orang yang berkunjung ke Kota Kupang.
Di sini juga terdapat enam patung manusia, yang masing-masing melepas seekor merpati. Keenam patung tersebut menggambarkan enam suku besar di Nusa Tenggara Timur, yaitu Sabu, Rote, Alor, Sumba, Flores, dan Timor.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.