KEMUNCULAN varian baru BF.7 di Indonesia bisa memicu rasa khawatir masyarakat, mengingat sebentar lagi tahun baru. Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, dr Ngabila Salama mengimbau untuk booster.
Ditambah, masyarakat diminta agar tidak terlalu panik dengan kehadiran varian baru Covid-19 ini. Yang mana, dua kasus sudah dikonfirmasi untuk BF.7, tapi keduanya sudah dinyatakan sembuh.

"Apa pun variannya tidak perlu panik, semua akan terkendali, cegah sakit dengan disiplin bermasker dimana pun. Cegah kematian dengan vaksinasi booster dan segera PCR ke puskesmas gratis untuk yang bergejala covid utamanya usia 40 tahun ke atas atau komorbid berat," ujar dr Ngabila dalam keterangannya diterima MNC Portal, Kamis (29/12/2022)
Kedua kasus tersebut, dikatakan muncul sejak Oktober, berusia 30 sampai 40 tahun. Keduanya juga berjenis kelamin laki-laki.
Ngabila pun menegaskan bahwa kedua kasus di DKI Jakarta ini, bukanlah transmisi dari luar negeri. Sebab tidak ada riwayat perjalan ke luar negeri.
"Keduanya sudah dinyatakan sembuh, tanpa ada komorbid dan tidak ada riwayat perjalanan luar negeri. Sedang diupdate kembali datanya apa ada penambahan laporan dari lab," ungkap dr Ngabila
Sekadar informasi, BF.7 sebenarnya adalah bentuk sebutan pendek. Nama lengkapnya adalah: BA.5.2.1.7 merupakan sub-varian dari varian BA.5 Omicron.