Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Apakah Nyi Roro Kidul dan Ratu Pantai Selatan Itu Sama?

Melati Pratiwi , Jurnalis-Rabu, 28 Desember 2022 |21:00 WIB
Apakah Nyi Roro Kidul dan Ratu Pantai Selatan Itu Sama?
Ilustrasi Nyi Roro Kidul (Foto: Nyirorokidul.com)
A
A
A

NYI Roro Kidul dan Kanjeng Ratu dipercaya sama-sama menghuni Pantai Selatan Jawa. Ini membuat banyak orang beranggapan bahwa kedua makhluk gaib yang populer dan melegenda di kalangan masyarakat Jawa itu adalah sosok yang sama. Tapi apakah benar begitu?

Rupanya, Nyi Roro Kidul dan Ratu Pantai Selatan itu berbeda. Mereka berasal dari latar belakang yang tak sama, namun pada akhirnya saling berkaitan.

Kanjeng Ratu Pantai Selatan

Dalam mitologi Jawa, Kanjeng Ratu Pantai Selatan diyakini sebagai ciptaan dari Dewa Kaping Telu. Dia hadir untuk memberikan peringatan ketika kejadian penting bakal datang.

 BACA JUGA:Menguak Alasan Kenapa Orang Banyak Hilang di Pantai Selatan

Sosok Kanjeng Ratu sendiri bukanlah manusia melainkan roh suci dengan sifat mulia. Dia berasal dari langit yang tinggi dan turun ke dunia sebagai jati diri tokoh suci di berbagai tempat maupun zaman yang berbeda-beda.

 

Konon, Kanjeng Ratu punya kekuasaan luar biasa atas ombak di Samudera Hindia. Istananya sendiri ada di jantung samudera.

Masyarakat Jawa meyakini, Kanjeng Ratu adalah sosok pasangan spiritual para raja, termasuk pula Raja Mataram, sampai raja keturunan di Jogja maupun Surakarta,

 BACA JUGA:Gelombang Tinggi, Wisatawan Diimbau Tidak Berenang di Pantai Selatan

Nyi Roro Kidul

Jika tadi sudah mengenal sosok Kanjeng Ratu Pantai Selatan, kini pembahasan beralih pada siapa sebenarnya sosok Nyi Roro Kidul. Dalam kepercayaan Jawa, Nyi Roro Kidul adalah pembantu setia dari Kanjeng Ratu.

Dia sangat menyukai warna hijau. Sampai-sampai, diyakini orang-orang dengan pakaian warna tersebut akan ditarik ke dalam lautan untuk dijadikan pasukannya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement