SALAH satu praktik dari clean eating, adalah dengan mengurangi atau bahkan stop sama sekali mengonsumsi makanan olahan.
Makanan olahan atau processed foods, seperti disebut Mara Weber, RD, ahli diet rawat inap klinis di Pusat Medis Wexner Universitas Negeri Ohio, adalah makanan apa pun yang telah diubah secara teknis dalam beberapa cara selama persiapan prosesnya. Pemrosesan yang bisa menggunakan bahan tidak sehat, dengan menambahkan lebih banyak gula, natrium, atau lemak trans.
Makanan olahan adalah makanna kemasan yang biasa ditemukan di freezer, rak deli foods, , atau makanan cepat saji yang ada di rak selama berbulan-bulan.
Nah, ketika memutuskan untuk stop makan makanan olahan dari pola makan sehari-hari, secara alami tubuh akan mengalami beberapa penyesuaian. Apa saja yang dialami oleh tubuh, saat kita tak lagi makan makanan olahan? Simak paparan singkatnya, sebagaimana dijelaskan Mara Weber, RD, ahli diet di Pusat Medis Wexner Universitas Negeri Ohio, dilansir dari Health, Selasa (27/12/2022).
1. Mungkin merasa kelelahan: Bergantung pada seberapa banyak makanan olahan yang sebelumnya suka dimakan, di masa awal clean eating, biasanya akan merasa ada peningkatan kelelahan, atau jadi cepat marah. Tenang, ini biasanya tidak berlangsung lama, menurut Weber, dan tubuh kemungkinan besar akan kembali normal setelah periode penyesuaian.
2. Merasa makanan jadi terlalu manis atau asin: Bukan langsung akan tiba-tiba jadi tak suka hidangan dessert favorit, tapi seiring berjalannya waktu, berkurangnya hasrat akan ingin makan makanan ringan kemasan atau camilan buatan pabrik.
Setelah mengurangi sumber natrium dan gula yang tersembunyi, tubuh disebutkan akan mulai mengembangkan "rasa" untuk semuanya. “ Ketika Anda menghentikan makanan tinggi gula dan tinggi garam, selera Anda membutuhkan waktu untuk menyesuaikan," kata Weber. Umumnya, perlu waktu 10 hingga 15 hari untuk tubuh beregenerasi.
3. Berat badan bisa jadi turun: Ya, seiring waktu dengan mengurangi makanan olahan dapat membantu kita untuk menurunkan berat badan. Mengingat ini sama dengan menghilangkan kalori tambahan dari bahan yang tidak dibutuhkan. Perubahan gaya hidup ini bisa membantu menurunkan berat badan dan mencegah obesitas pada akhirnya.
4. Lebih berenergi dan fokus: Ini jadi salah satu manfaat langsung dari pengurangan makanan olahan, alias bisa langsung dirasakan. Tubuh kemungkinan terasa lebih berenergi, kita juga jadi lebih lebih fokus, suasana hati yang lebih baik, menjaga berat badan yang sehat, bahkan tidur lebih nyenyak.
BACA JUGA:Lakoni Bedah Vaginoplasty, Barbie Kumalasari Ngaku Tak Alami Efek Samping
BACA JUGA:Sederet Mitos Tentang HIV/AIDS, Nomor 5 Paling Sering Terdengar
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.