Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Masa Depan Industri MICE Tanah Air di Tengah Ancaman Resesi Dunia

Siska Maria Eviline , Jurnalis-Senin, 26 Desember 2022 |19:44 WIB
Masa Depan Industri MICE Tanah Air di Tengah Ancaman Resesi Dunia
Masa depan industri MICE Tanah Air di tengah ancaman resesi dunia.
A
A
A

JAKARTA - Industri MICE (Meeting, Incentive, Convention, dan Exhibition) Tanah Air seakan mati suri ketika pandemi COVID-19 melanda Indonesia, pada awal 2020. Banyak event dibatalkan akibat aturan jaga jarak sosial. 

Berdasarkan data Indonesia Event Industry Council, 96,43 persen event MICE di 17 provinsi harus ditunda sepanjang tahun 2020. Namun dari keterbatasan pertemuan fisik itu lahir inovasi baru dalam industri MICE dunia. 

Meeting digelar secara online (daring) lewat aplikasi Zoom, pameran dan konser pun dihelat secara virtual. Dengan begitu, masyarakat tetap bisa menikmati pertunjukan musik atau pameran seni tanpa perlu keluar rumah. 

Ilustrasi MICE. (Foto: Freepik)

Setelah 2,5 tahun, pemerintah pun melakukan pelonggaran aturan COVID-19. Perlahan, berbagai kegiatan pertemuan, pameran, hingga konser musik kembali digelar tatap muka. 

Daswar Marpaung, Presiden Direktur Dyandra Promosindo menyatakan, terjadi pertumbuhan signifikan industri MICE dalam negeri pada Semester II-2022. Dia menjelaskan, ada beberapa faktor yang mendorong hal tersebut. 

Pertama, Indonesia diuntungkan dengan gelaran KTT G-20 yang digelar di Bali, pada 10-17 November silam. “Acara ini sangat besar dan melibatkan semua elemen, baik swasta maupun pemerintah,” tuturnya kepada Okezone, awal Desember 2022. 

Kedua, keputusan pemerintah melonggarkan aturan COVID-19 dan mempermudah perizinan untuk menggelar event, baik di pusat maupun daerah. Daswar meyakini, keputusan pemerintah ini juga mendorong industri MICE bertumbuh semakin cepat.

MICE di 2023

Resesi menjadi momok menakutkan di 2023. IMF dan Bank Dunia bahkan memprediksi ekonomi global akan turun dari 3,1 persen menjadi 2,7 persen sepanjang tahun depan. Amerika Serikat diperkirakan mulai mengalami resesi pada kuartal I-2023. 

Namun Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi Indra Darmawan menuturkan, kondisi global itu tak akan terlalu banyak berdampak pada perekonomian Indonesia meski tetap harus diantisipasi. 

Di lain pihak, Daswar Marpaung, Presiden Direktur Dyandra Promosindo mengaku optimistis bahwa resesi dunia tidak akan menghambat pertumbuhan industri MICE dalam negeri. 

Ilustrasi industri MICE. (Foto: Freepik)

“Resesi itu kan isu global, sedangkan pemerintah mencanangkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2023 akan sama seperti tahun ini. Kita kan negara pengekspor komoditas untuk mereka,” ungkapnya. 

Menurut Daswar Marpaung, industri yang akan merasakan dampak resesi dunia adalah industri bidang teknologi yang berbasis business to business, karena harga barang akan melambung tinggi dengan terbatasnya ketersediaan barang. 

“Saya yakin, pemerintahan Pak Jokowi lebih bijaksana membuat strategi agar inflasi tidak hyper, sehingga harga barang bisa terkontrol. Dengan asumsi itu, saya tidak melihat ada ancaman dalam industri MICE Tanah Air,” katanya. 

Meski optimistis dengan perekonomian dalam negeri, namun industri MICE tetap harus menyikapi resesi dunia yang berimbas pada event-event internasional. Hal ini karena tingginya biaya perjalanan bisnis, akibat mahalnya biaya bahan bakar pesawat.

Menanti Endemi COVID-19

Wiku Adisasmito, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 menyebut, saat ini Indonesia sudah memasuki fase endemi COVID-19. Hal itu terlihat dari tren kasus COVID-19 nasional yang terus turun, sejak 2022. 

Namun begitu, pencabutan status pandemi COVID-19 di Indonesia masih menunggu rekomendasi Badan Kesehatan Dunia (WHO) dengan melihat tren kasus di berbagai negara. Kabar tersebut disambut positif oleh pelaku industri MICE Tanah Air. 

Ilustrasi konser. (Foto: Freepik)

“Kalau tahun depan status kita masuk endemi, saya sih positif ya industri MICE nasional bakal tumbuh. Proyeksi ekonomi dari pemerintah kan juga positif, jadi kenapa kita harus pesimistis?” tutur Daswar Marpaung, Presiden Direktur Dyandra Promosindo. 

Pria berdarah Batak itu menambahkan, “MICE itu kan kegiatan face to face. Jadi selama tidak dibatasi, kami sebagai pelaku industri harus optimistis bisa bertumbuh. Karena bagaimanapun MICE ini kan industri kreatif.”*

(Siska Maria Eviline)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement