JAKARTA- Mengenal asal usul penamaan vitamin yang selalu diikuti alfabet menarik diulas. Kata vitamin diciptakan pada tahun 1911 oleh ahli biokimia kelahiran Warsawa bernama Casimir Funk.
Simak penjelasan mengenal asal usul penamaan vitamin yang selalu diikuti alfabet bermula saat peneliti bernama Cornelius Adrianus Pekelharing pada 1905 melakukan penelitian mengenai susu hewan.

Dilansir Gizmodo, penelitian ini mencari tahu zat susu pada hewan sebelum sama sekali diketahui. Dari riset belum terkuak tersebut, seorang ilmuwan sekaligus peneliti bernama Casimir Funk kembali lagi mencoba kemudian mencari tahu kembali tentang zat atau asam amino pada 1912.
Di Lister Institute di London, Funk melakukan percobaan untuk mengisolasi zat yang mencegah peradangan saraf (neuritis) pada ayam yang dibesarkan dengan pola makan kekurangan zat itu. Dalam penelitiannya dia menamai zat itu "vitamin" karena percaya itu diperlukan untuk kehidupan dan bisa menyembuhkan penyakit.
Hingga asal usul penamaan vitamin yang selalu diikuti alfabet sesuai urutan penemuannya. Pada 1910 hingga 1920, Vitamin A, B, C, D, dan E berhasil ditemukan dengan menamainya dengan huruf alfabet. Penelitian itu dilakukan dalam kandungan lemak dan air hingga ditemukan Vitamin A sampai E.
Sementara itu, pada 1920, penemuan vitamin kembali bertambah yakni B1 dan B2. Kendati demikian, penamaan vitamin itu lantas disatukan karena kesamaan dalam sifat, distribusi dalam sumber alam, dan fungsi fisiologis yang sangat tumpang tindih. Mereka pun disebut sebagai Vitamin B kompleks.
Diketahui, Vitamin B tergolong memiliki beragam jenis, mulai dari Vitamin B12 (kobalamin), ditemukan pada 1926, B5 (asam pantotenat), B7 (Biotin) tahun 1931, B6 (piridoksin) pada 1934, B3 (Niasin), dan B9 (asam folat) pada 1941.
(RIN)
(Rani Hardjanti)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.