MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno berujar bahwa penyiapan destinasi unggulan yang berkelanjutan di lima Destinasi Super Prioritas (DSP) dan delapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata memerlukan kolaborasi yang kuat antarkementerian/lembaga (K/L).
Sinergi itu dilakukan dalam hal pengembangan 3A (atraksi, aksesibilitas, amenitas), sumber daya manusia (SDM), industri dan investasi, pengembangan promosi, product development and event, serta pengembangan produk ekonomi kreatif.
“Ini adalah suatu kolaborasi yang kolosal lintas kementerian/lembaga dan kinerja dari lima DSP serta delapan KEK pariwisata ini berhasil kami lakukan untuk menopang persiapan DSP ini menjadi destinasi unggulan beyond Bali,” kata Sandi.
Oleh karenanya lanjut Sandi, pihaknya berkolaborasi dengan K/L seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk pembangunan infrastruktur jalan, penataan kawasan, penyediaan air bersih dan sanitasi, pembangunan homestay/sarhunta (sarana hunian pariwisata).
Kemudian juga dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui peningkatan konektivitas darat serta para pemangku kepentingan lain dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mendorong investasi pembangunan infrastruktur sektor BUMN dan swasta.
Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Vinsensius Jemadu mengatakan, pengembangan lima DSP dan delapan KEK pariwisata menunjukkan progres signifikan.
“Terkait dengan pengembangan delapan KEK pariwisata, kita bersyukur bahwa sebagian besar menunjukkan progres yang signifikan, karena masih ada beberapa KEK yang masih membutuhkan perhatian khusus untuk didorong investasinya. Kami di Kemenparekraf sangat berterima kasih kepada Kementerian PUPR yang memang kontribusinya luar biasa dalam infrastruktur,” ujar Vinsesnius.
Sementara, Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita (BPO) Danau Toba, Jimmy Bernando Panjaitan menyampaikan, DSP Danau Toba di Sumatera Utara (Sumut) mengalami perkembangan positif dalam aspek 3A, di antaranya, akan dilaksanakan ground breaking hotel bintang lima pertama di kawasan Toba Caldera Resort pada 21 Desember 2022, hingga pengerjaan jalan Tol Medan-Danau Toba.
Selain itu juga Airport Sibisa di Sumut diharapkan selesai pada 2030, lalu tol dari Medan ke Kualanamu dalam waktu dekat akan terhubung ke Siantar, sehingga memotong dua per tiga jalan dari Medan ke Danau Toba dari sebelumnya yang selama 4-5 jam.
"Dengan tol tersebut, kami turut mengharapkan dari Medan ke Parapat hanya 2,5 jam. Nanti, setelah tol di Siantar jadi, nanti tol tersebut sampai ke Parapat, jika sudah terbangun maka dari Medan ke Kualanamu hanya 1,5 jam,” ungkap Jimmy.
Ia mengatakan, di Kawasan Danau Toba akan digelar balapan sejenis Formula 1, yakni Kejuaraan Dunia Perahu Motor Formula 1 (F1 H20). Event dunia tersebut yang digelar pada 24-26 Februari 2022 di Balige, Kabupaten Toba, Sumut, diprediksi menjadi kegiatan nasional paling besar di Danau Toba untuk meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Destinasi BPO Borobudur, Agustin Peranginangin menyatakan adanya perkembangan positif di kawasan DSP Borobudur dalam menyambut Natal dan tahun baru, yakni peningkatan penerbangan hingga kesiapan 20 desa wisata menyambut wisatawan.
“Untuk persiapan Nataru, sudah siap sebagaimana kita ketahui Yogyakarta International Airport melayani penerbangan untuk 34 kedatangan dan 34 keberangkatan dalam sehari, dan sudah ada keberangkatan ke luar negeri. Untuk Borobudur sendiri sudah ada 20 desa wisata yang siap menerima tamu,” ucap Agustin.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.