Paparan blue light ini jadi bahaya, mengingat organ mata sebetulnya tidak pandai menghalangi cahaya biru, hampir semua cahaya biru yang terlihat melewati bagian depan mata (kornea dan lensa) dan mencapai retina (sel yang mengubah cahaya untuk diproses otak menjadi gambar)
Melansir UCDAVIS Health, Jumat (23/12/2022) paparan konstan terhadap cahaya biru dari waktu ke waktu ini bisa merusak sel retina dan menyebabkan masalah penglihatan seperti degenerasi makula yang terkait usia.
Selain itu juga bisa menyebabkan katarak, kanker mata, dan pertumbuhan pada penutup bening di bagian putih mata. Mirisnya, menurut studi penglihatan oleh National Eye Institute, anak-anak justru lebih berisiko daripada orang dewasa karena mata mereka menyerap lebih banyak cahaya biru dari perangkat digital.
Orang juga umumnya cenderung lebih sedikit berkedip saat menggunakan perangkat digital, yang berkontribusi terhadap mata kering dan ketegangan mata yang punya gejala seperti sakit kepala, penglihatan kabur, dan nyeri pada leher dan bahu.
Bagaimana cara mengurangi efek negatif dari cahaya biru? Jawabannya adalah dengan mengontrol pencahayaan dan silau pada layar perangkat gawai. Atur jarak kerja dan postur tubuh yang baik untuk melihat layar.
BACA JUGA:5 Cara Perawatan Luka Diabetes agar Kondisinya Tidak Memburuk
BACA JUGA:Apa Benar Obesitas dan Diabetes Bisa Sebabkan Kanker Usus Besar?
Selain itu, penting juga untuk rutin melakukan pemeriksaan mata, terlebih ketika merasa mengalami masalah penglihatan sekecil apapun agar bisa ditangani lebih awal dan tepat penanganannya.