Bakteri Escherichia coli, atau yang biasa disebut E-colli ini bersumber dari tinja. Rofiq menyebut, menilai Jakarta karena tidak ada pengelolaan limbah tersebut. Ditambah, dengan lemahnya hukum dalam pengolahan limbah oleh setiap industri atau pabrik.
"Karena memang Indonesia ini penegak hukum itu belum sempurna, itu diwajibkan untuk pengolahan dan domestik. Kenapa itu karena memang buang limbah sembarangan, juga jadi E-coli itu dari tinja seharusnya dilakukan pengolahan juga," jelas pria yang juga merupakan Lektor Fakultas Teknik Lingkungan Sipil (FTSL) ITB tersebut.
Patut diketahui, seperti dikutip dari WebMD, pada beberapa kasus bakteri E. coli bisa mengakibatkan komplikasi serius disebut sindrom uremik hemolitik, yang memengaruhi ginjal dan kondisi ini disebutkan lebih berpeluang dialami orang tua dan anak-anak.
BACA JUGA:Penasihat WHO: Potensi Gelombang Baru Covid-19 di China, Bisa Jadi Kartu Liar Status Pandemi
BACA JUGA:Covid-19 Ngegas Lagi, Warga New York Diimbau Kembali Pakai Masker
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.