Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

China Laporkan 2 Kematian Pertama akibat Covid Sejak Pelonggaran Lockdown

Pradita Ananda , Jurnalis-Senin, 19 Desember 2022 |14:18 WIB
China Laporkan 2 Kematian Pertama akibat Covid Sejak Pelonggaran Lockdown
Pandemi Covid-19 di China, (Foto: Reuters-Aly Song)
A
A
A

SENIN 19 Desember 2022, China secara resmi melaporkan kasus kematian pertama terkait Covid-19 sejak pemerintah mulai melonggarkan aturan lockdown di awal Desember 2022.

Dua angka kematian yang dilaporkan hari ini, dikutip dari Reuters, Senin (19/12/2022) diketahui menjadi kasus kematian pertama yang dilaporkan Komisi Kesehatan Nasional (NHC) sejak 3 Desember lalu. Tepat beberapa hari sebelum Beijing mengumumkan akan meninggalkan aturan lockdown yang telah memicu protes dan demo besar pada November lalu.

Berita kematian pertama terkait Covid-19 ini pun langsung cepat menyebar di media sosial, dan menjadi trending topik teratas di linimasa platform Weibo pada hari ini.

Sebelumnya, dari laporan jurnalis Reuters, pada akhir pekan lalu diberitakan pusat kremasi atau krematorium rujukan Covid-19 di Beijing terlihat sangat sibuk dengan mobil jenazah berjejer di jalan masuk lokasi krematorium.

BACA JUGA:Viral Curhat Dokter Digaji kecil, Menkes Budi Umumkan Revisi Insentif!

Disebutkan ada sekitar 20 kantung jenazah berwatna kuning berisi mayat di lantai ruang duka yang berdekatan. Namun Reuters tidak dapat memastikan apakah kematian puluhan jenazah tersebut itu karena terkait infeksi Covid-19 atau tidak.

Secara resmi China, tercatat angka kematian akibat Covid-19 di China menyentuh angka 5.237 kematian selama pandemi, termasuk dua kematian terakhir, dari sekitar 1,4 miliar jumlah penduduk.

(Rizky Pradita Ananda)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement