BANYAK orang beranggapan bahwa pacaran sama fuckboy bikin mental rusak. Ini karena pria fuckboy identik dengan tidak mau berkomitmen, jarang memikirkan masa depan, dan sukanya party sana-sini.
Namun apakah benar pacaran sama fuckboy merusak mental?

"Kita tidak bisa men-generalisasikan semua orang sama. Mungkin saja Anda beranggapan pacaran sama fuckboy bikin mental rusak, tapi percaya gak kalau ada perempuan yang malah merasa happy pacaran dengan fuckboy," kata Psikolog Sosial Endang Mariani saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan.
Artinya, si perempuan tidak merasa salah atas keputusannya memacari pria fuckboy. Dengan pilihannya itu, dia malah bahagia dan merasa lebih hidup.
Kalau sudah begini, kata Endang, mau salahkan si perempuan? Kan gak bisa.
Dengan kata lain, setiap manusia itu punya kebutuhan yang berbeda-beda, termasuk soal kebutuhan jasmaninya. Sebagian besar dari kita beranggapan kalau fuckboy hanya akan nyakitin hati, tapi sebagian kecil perempuan malah menikmatinya.
Menjadi perhatian kita sekarang adalah bukan apakah benar atau tidak pacaran dengan fuckboy, sambung Endang, melainkan bisa menyadari gejala yang muncul dalam diri ketika berhubungan dengan fuckboy.
BACA JUGA:5 Markas Fuckboy, Pikir Dua Kali Kalau Nyari Jodoh Di Sini!
Maksudnya begini, ketika Anda awalnya baik-baik saja pacaran dengan fuckboy, namun berjalannya waktu, Anda merasa stres, depresi, aktivitas sehari-hari jadi terganggu, pekerjaan terbengkalai, dan masalah lainnya.