SAAT ini beberapa negara di Asia mulai mengalami resesi seks. Mulai dari Jepang, Thailand, Korea, Singapura, bahkan China sebagai negara berjumlah penduduk terbesar di dunia mengalami penurunan kelahiran.
Penyebabnya rata-rata karena ketakutan pasangan memiliki anak. Atau bahkan ketakutan anak muda zaman sekarang membina rumah tangga.

Apakah di Indonesia juga akan terjadi resesi seks? Hingga saat ini pertumbuhan penduduk cukup dinamis. Dikutip dari situs dukcapil kemendagri, per semester I tahun 2022, ada kenaikan 0,54 persen dalam waktu enam bulan.
Meski begitu ada penurunan persentase pemuda berstatus kawin dalam kurun waktu 10 tahun. Yang awalnya sebesar 46,5 persen di tahun 2011 menjadi 37,69 persen di tahun 2021.
Dikutip dari berbagai sumber, BPS menduga adanya perubahan pola pikir terutama pada perempuan. Yang lebih mengedepankan perbaikan kualitas hidup, pendidikan dan status ekonomi dibandingkan keputusan kapan akan menikah.
Melansir Times of India, berikut 5 alasan yang membuat banyak wanita lebih memilih untuk melajang daripada buru-buru menikah. Apa saja?
1. Punya jiwa yang bebas dan tidak menyukai rutinitas
Perlahan dan bertahap, hubungan berubah menjadi semacam rutinitas. Beberapa orang dibangun untuk itu, dan mereka menemukan kenyamanan di dalamnya. Tetapi beberapa wanita yang berjiwa bebas bahkan tidak tahan dengan gagasan tentang rutinitas dalam suatu hubungan.
Mereka selalu mencari petualangan. Masyarakat harus mulai menerima kenyataan bahwa tak semua wanita ingin menikah. Ada banyak wanita yang memilih melajang selamanya, harusnya itu tak jadi masalah selama mereka gembira.
2. Malas menghadapi drama dalam hubungan cinta
Berkencan, apalagi menikah bisa membuat stres bagi beberapa orang. Mereka juga tak tahan dengan drama yang ditimbulkan di dalamnya. Oleh karena itu mereka lebih suka melajang saja.