Setelah kedatangan bangsa Portugis, tahun 1605 Pulau Ambon dikuasai oleh Kongsi Dagang Hindia Timur Belanda (VOC). Pada awal masa VOC, terjadi beberapa pergantian gubernur. Salah satunya Adrian Martinez Block yang terkenal otoriter. Dia melakukan kerja paksa perluasan Benteng Victoria.
Tahun 1796, VOC menyerah kepada laksamana Britania Raya, Pieter Ramier sehingga Kota Ambon menjadi bagian dari wilayah Britania Raya. Britania Raya memerintah Kota Ambon sampai tahun 1803.
Tak berhenti sampai di situ, Jepang juga pernah menjajah Ambon. Jepang berhasil menaklukan Belanda dan sekutunya dalam Pertempuran Ambon untuk merebut Kota Ambon yang merupakan markas angkatan laut tahun 1942.
Setelah melewati beberapa pengalihan kekuasaan, akhirnya hari jadi Kota Ambon jatuh pada 7 September 1575. Penetapan tanggal hari jadi Kota Ambon tersebut didasarkan pada fakta sejarah bahwa pada tanggal 7 September 1921 masyarakat Kota Ambon diberikan hak yang sama dengan Pemerintah Kolonial Belanda.
Sedangkan, penetapan tahun 1575 dilandasi oleh tahun dimulainya pembangunan Benteng Kota Laha. (sal)
(Rizka Diputra)