Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Unik! Suku Ini Wajibkan Calon Mempelai Pria Setubuhi Bibi Pengantin Wanita

Destriana Indria Pamungkas , Jurnalis-Jum'at, 09 Desember 2022 |11:01 WIB
Unik! Suku Ini Wajibkan Calon Mempelai Pria Setubuhi Bibi Pengantin Wanita
Wanita Suku Banyankole di Uganda (Foto: Nationaldailyng)
A
A
A

UNIK benar suku ini yang mewajibkan calon mempelai pria menyetubuhi bibi pengantin wanita. Seperti kita ketahui, terdapat banyak suku yang tersebar di berbagai belahan dunia.

Setiap suku memiliki keunikannya tersediri, mulai dari kebudayan, tradisi, hingga adat istiadatnya. Salah satu suku dengan keunikan tersebut adalah Suku Banyankole di Uganda. Mereka memiliki tradisi unik dalam prosesi pernikahan.

Uniknya, suku ini mewajibkan bibi pengantin wanita harus bersetubuh dengan mempelai pria.

Mengutip laman Guardian, Suku Banyankole telah mempersiapkan pernikahan bagi seorang wanita sejak mereka berusia 8 atau 9 tahun. Persiapan pernikahan ini dilakukan oleh sang bibi.

BACA JUGA: Tradisi Seks Suku Himalaya, Gadis Perawan Harus Bercinta dengan 20 Pria Sebelum Menikah!
Suku Banyankole

(Foto: Nationaldailyng)

Persiapan yang dilakukan bibi pengantin wanita yakni mengajarinya berbagai hal agar calon pengantin wanita bisa berperilaku selayaknya seorang wanita dan istri.

Para gadis akan dicekoki berbagai makanan, seperti daging sapi, susu, dan jawawut agar tubuhnya semakin berisi. Pasalnya, standar kecantikan bagi Suku Banyankole adalah gadis bertubuh berisi.

Gadis-gadis ini juga akan mewanti-wanti untuk tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah. Jika melanggar aturan tersebut, maka konsekuensinya adalah dihukum mati atau dikucilkan dari masyarakat.

Ketika gadis-gadis tersebut sudah siap menikah, calon pengantin pria akan memberikan dua hingga 10 ekor sapi, kambing, atau bir, sebagai mahar perkawinan. Namun, proses pernikahan tidak sampai di situ saja.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement