Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Pseudobulbar Affect yang Sering Disalahartikan sebagai Bipolar

Kevi Laras , Jurnalis-Selasa, 06 Desember 2022 |20:00 WIB
Mengenal Pseudobulbar Affect yang Sering Disalahartikan sebagai Bipolar
Mengenal Pseudobulbar Affect, (Foto: Freepik)
A
A
A

Lantas apa yang bisa menyebabkan PBA dialami pada seseorang? Ternyata, berbagai faktor bisa jadi pemicunya. Melansir Mayo Clinic bahwa penyebab dari Pseudobulbar Affect (PBA), terjadi pada orang dengan kondisi atau cedera neurologis, seperti stroke, Sklerosis lateral amiotrofik (ALS), Sklerosis ganda (MS), mengalami cedera otak traumatis, mengidap penyakit Alzheimer dan mengidap penyakit Parkinson.

(Mengenal Pseudobulbar Affect, Foto: Freepik)

Sehingga disarankan, jika seseorang memiliki riwayat atau sakit neurologis sebaiknya memeriksakan diri ke dokter atau spesialis yang membantu termasuk neuropsikolog, ahli saraf, dan psikiater.

Dalam perawatannya, umumnya dokter kemungkinan akan meresepkan obat antidepresan untuk mengendalikan gejala pengaruh pseudobulbar ini. Pada tahun 2010, FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika) menyetujui dextromethorphan atau quinidine ( Nuedexta ), sebagai obat pertama untuk PBA.

Studi menunjukkan bahwa obat ini bisa membantu, mengendalikan gejolak atau meledaknya tangisan dan tawa pada orang dengan Multiple Sclerosis (MS) dan Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS).

 BACA JUGA:Gejala dan Penyebab Gagal Ginjal Kronis, Berat Badan Turun Hingga Sesak Napas

BACA JUGA:Apa Benar Penyakit Kronis Itu Turunan?

(Rizky Pradita Ananda)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement