Kekurangan vitamin B-6, B-12, biotin, vitamin D, atau vitamin E dapat menyebabkan uban prematur.
Satu laporan tahun 2015 dalam jurnal Development mencatat berbagai studi kekurangan vitamin D-3, vitamin B-12, dan tembaga serta kaitannya dengan rambut beruban. Ditemukan kekurangan nutrisi mempengaruhi pigmentasi, menunjukkan warna dapat kembali dengan suplementasi vitamin.
Selain itu tubuh uban cepat pada rambut seseorang sebagian besar terkait dengan genetika, menurut laporan tahun 2013 di Indian Journal of Dermatology, Venereology and Leprology.
Ras dan etnis juga berperan. Uban prematur pada orang kulit putih dapat dimulai sejak usia 20 tahun, sementara seseorang dapat berusia 25 tahun di antara orang Asia, dan 30 tahun pada populasi Afrika-Amerika, menurut penelitian tahun 2013 yang sama.
Sementara beruban sebagian besar bersifat genetik, stres oksidatif dalam tubuh dapat berperan ketika proses tersebut terjadi sebelum waktunya.
Stres oksidatif menyebabkan ketidakseimbangan ketika antioksidan tidak cukup untuk menangkal efek merusak dari radikal bebas. Radikal bebas adalah molekul tidak stabil yang merusak sel, berkontribusi terhadap penuaan dan penyakit.
Terlalu banyak stres oksidatif dapat meningkatkan perkembangan penyakit, termasuk vitiligo kondisi pigmen kulit. Vitiligo juga dapat memutihkan rambut karena kematian sel melanin atau hilangnya fungsi sel.
(RIN)
(Rani Hardjanti)