Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sering Makan Daging Bisa Sebabkan Kanker Usus? Ini Penjelasan Dokter!

Syifa Fauziah , Jurnalis-Kamis, 01 Desember 2022 |21:00 WIB
Sering Makan Daging Bisa Sebabkan Kanker Usus? Ini Penjelasan Dokter!
Ilustrasi daging merah. (foto: Istimewa)
A
A
A

MESKI jarang didengar gaungnya, kanker usus ternyata masuk peringkat keempat tertinggi jumlah penderitanya di Indonesia. Lebih dari 34 ribu kasus baru sepanjang tahun 2020 di tanah air. Kanker yang menyerang usus besar ini juga cukup mematikan.

Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD-KHOM, FINASIM, FACP mengatakan banyak faktor risiko penyebab kanker usus besar. Salah satunya adalah daging merah. Hal itu karena daging merah yang dipanaskan dengan suhu tinggi bisa menjadi zat karsinogen.

 Daging bisa bikin kanker usus

"Daging merah kalau dipanaskan dengan suhu tinggi terutama di grill dapat mengubah sel yang memicu sel kanker," ujar Prof Aru Wisaksono Sudoyo dalam Webinar, baru-baru ini.

Prof Aru pun mengungkap mitos di tengah masyarakat mengenai makan makanan yang dibakar bisa menyebabkan kanker. Menurut Prof Aru hal itu salah dan perlu diluruskan.

"Bukan bakar-bakarannya yang bikin kanker, bukan gosongnya itu, tapi kalau yang dibakar itu daging merah. Kalau sate ayam, sate kulit ayam, ikan bakar, mau dibakar sampai gosong, sampai item itu nggak bikin kanker. Itemnya itu hanya karbon, tapi kalau daging merah kemungkinan (menyebabkan kanker)," paparnya.

Menurutnya gaya hidup kebarat-baratan membuat porsi makan jadi tidak teratur. Misalnya saja zaman dahulu makan daging 150 gram bisa untuk keluarga. Kalau sekarang steak daging ada yang ukurannya 250 gram hingga 500 gram. Sehingga yang perlu diperhatikan adalah jumlah mengonsumsinya.

"Kita tidak perlu menyalahkan daging merah kecuali makannya terlalu banyak. Dalam tubuh kita ini sedang terjadi yang dapat menjadi kanker. Kenapa kita nggak kena kanker? Karena punya sistem keseimbangan, kita punya sistem montir, kemampuan tubuh kita buat merepair itulah yang seringkali terganggu akibat gaya hidup. Kembali lagi ke masalah keseimbangan. Kalau mau makan daging ya harus diolah dengan baik," paparnya.

Prof Aru menjelaskan hal lain yang berbahaya selain daging merah adalah daging yang diproses, seperti sosis dan lain sebagainya.

"Daging proses itu bisa disimpan berbulan-bulan nggak mungkin tanpa adanya pengawet. Pengawet itu biasanya mengandung karsinogen penyebab kanker," pungkasnya.

(Vivin Lizetha)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement