MARAKNYA kasus gangguan ginjal akut pada anak di Indonesia belakangan ini sempat menjadi sorotan masyarakat, terkait kasus cemaran obat sirop atau obat cair yang ramai dikonsumsi anak-anak.
Gangguan ginjal akut atau acute kidney injury sendiri adalah kondisi ketika ginjal berhenti berfungsi secara tiba-tiba. Kondisi ini bisa terjadi akibat gangguan aliran darah ke ginjal, gangguan di ginjal, atau penyumbatan di saluran urin.
Meski penyebab kasus gagal ginjal akut pada anak di Indonesia belum bisa diketahui pasti, sejauh ini pemerintah menyebut dugaan terkuat untuk penyebabnya adalah senyawa berbahaya seperti etilen glikol (EG) dan diatilen glikol (DEG) yang ditemukan dalam obat sirop anak.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI sejak awal November 2022, diketahui sudah memperbarui daftar obat yang mengandung cemaran Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG). Sebelumnya, BPOM hanya menyebutkan 3 jenis obat sirop yang tercemar.
Sampai akhirnya, BPOM menyebutkan 4 obat tambahan yang mengandung cemaran EG dan DEG. Dengan demikian, saat ini ada sekitar 7 obat sirup berbahaya yang diduga menjadi penyebab peningkatan kasus gagal ginjal akut pada anak;
1. Paracetamol Drops
2. Paracetamol Sirup Rasa Peppermint
3. Vipcol Sirup
4. Flurin DMP Sirup
5. Unibebi Couh Syrup
6. Unibebi Demam Drop
7. Unibebi Demam Syrup.
Namun, apakah penyebab gagal ginjal hanya sebatas karena tercemar senyawa berbahaya seperti etilen glikol (EG) dan diatilen glikol (DEG)?
Jika dilihat dari aspek medis, penyebab gagal ginjal akut sebetulnya sangat beragam, yakni antara lain;
1.Gangguan aliran darah ke ginjal: Ada beberapa penyakit atau kondisi yang dapat menghambat aliran darah menuju ginjal dan memicu gagal ginjal akut, yaitu kehilangan darah atau cairan akibat perdarahan, dehidrasi berat, atau diare berat, operasi, dan sepsis atau syok anafilaktik.
2. Penyakit lain: Bisa juga dipicu oleh penyakit hati seperti sirosis hati, penyakit jantung seperti gagal jantung atau serangan jantung, serta efek samping obat-obatan, seperti aspirin, ibuprofen, naproxen, atau obat antihipertensi.
BACA JUGA:Sebelum Meninggal Ayah Ben Kasyafani Mengidap Gagal Ginjal, Apa Penyebabnya?
BACA JUGA:Sebelum Meninggal Ayah Ben Kasyafani Mengidap Gagal Ginjal, Apa Penyebabnya?
3. Kerusakan di ginjal: Pemicu gagal ginjal akut juga bisa disebabkan karena cedera atau kerusakan di ginjal itu sendiri. Misalnya, akibat glomerulonefritis atau pielonefritis, yaitu peradangan pada saringan di ginjal.
Lalu Rhabdomyolisis, yaitu kerusakan serat-serat otot, penumpukan kolesterol yang menyumbat aliran darah ke ginjal, hingga penggumpalan darah di pembuluh darah vena dan arteri di ginjal.
4. Penyumbatan di saluran urin: Kondisi ketika terjadinya sumbatan di saluran urine, termasuk di pelvis ginjal, ureter, kandung kemih, atau uretra, sehingga bisa menyebabkan cairan kembali ke ginjal.
Beberapa penyakit yang dapat menyumbat saluran urine adalah batu ginjal, tumor di saluran kemih, ginjal, atau organ yang ada disekitar ginjal, gangguan saraf di kandung kemih (neurogenic bladder), hingga pembesaran prostat serta perlengketan saluran kemih akibat jaringan parut. Demikian, sebagaimana dihimpun dari berbagai sumber, Senin (19/12/2022).
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.