Nah meski tergolong hewan langka, Clark sendiri menetas pada tahun 2002 sebagai bagian dari program pemuliaan, tetapi karena terlahir dengan kelainan bentuk pada kakinya, membuat Clark tidak bisa dilepaskan begitu saja ke alam liar.
Diketahui Clark dan Cone tengah melakukan perjalanan pulang setelah mereka berhasil menghibur para mahasiswa baru di High Point University, North Carolina. Clark terbang kembali ke World Bird Sanctuary di Missouri, Amerika Serikat.

Sekarang, dia tinggal di World Bird Sanctuary dan diterbangkan melintasi AS untuk menjadi "duta terbang".
World Bird Sanctuary sendiri terletak di hutan seluas 305 hektar dan menyediakan perumahan bagi burung yang tidak dapat dilepas serta rumah sakit rehabilitasi untuk burung pemangsa yang terluka.
Ini menjalankan program pemuliaan konservasi untuk memastikan kelangsungan hidup spesies yang terancam punah dan menjalankan serangkaian program pendidikan.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.