Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

10 Alasan Orang Korea Selatan Jatuh Cinta pada Indonesia, Nomor 9 AntiKlise

Destriana Indria Pamungkas , Jurnalis-Senin, 21 November 2022 |11:21 WIB
10 Alasan Orang Korea Selatan Jatuh Cinta pada Indonesia, Nomor 9 AntiKlise
Wisata malam di Yogyakarta. (Foto: Siska Maria Eviline/Okezone)
A
A
A

ALASAN orang Korea Selatan jatuh cinta pada Indonesia. Sebenarnya, warga dua negara ini memiliki keterkaitan yang sangat unik. Orang Indonesia seperti kebanyakan penduduk lain di dunia juga tersihir oleh pengaruh K-Pop dan K-drama. 

Sementara Indonesia dengan populasi yang besar menjadi market potensial bagi Korea. Pertanyaannya kemudian, apa hal menarik dari Indonesia yang disukai warga Korea Selatan? Nah, terkait hal ini beberapa YouTuber Korea membocorkan alasan mereka jatuh cinta pada Indonesia dan ternyata ada alasan yang tak klise. 

1.Biaya Hidup Lebih Ekonomis

Sudah jadi rahasia umum tinggal di Korea Selatan membutuhkan biaya hidup tinggi. Apalagi jika Anda tinggal di kota besar, seperti Seoul, Incheon, hingga Busan. Dan hal itu diakui oleh kakak beradik YouTuber Korea, Priscilla Lee dan Danielle Lee. 

"Biaya hidup Korea itu mahal banget. Harga 30 butir telur ayam saja lebih dari Rp100.000. Itu paling murah ya. Terus air minum di sini pakainya botol ukuran 2L dan harga satu kardus (12 botol) itu Rp70.000-Rp80.000," kata Priscilla dalam channel YouTube pribadinya, Priscilla Lee, pada 26 November 2021. 

Hal ini, menurut dia, sangat berbeda dengan Indonesia yang berlimpah sumber daya alam. "Di Indonesia, enggak masalah tak punya uang banyak. Karena kita bisa manfaatkan daun singkong misalnya untuk makan dan buah-buahan murah," katanya. 

BACA JUGA: 5 Lokasi Syuting Legendaris di Korea Selatan, Anak Kpopers Wajib Tahu!

BACA JUGA: 7 Hidden Gems Bali dengan Keindahan Surgawi, Bikin Ogah Pulang

2.Lepas dari Kompetisi

Hal lain yang diperbandingkan Priscilla dan Danielle adalah soal kompetisi hidup. Korea Selatan, di mata kakak beradik ini 'mendidik' warganya sangat kompetitif, bahkan dari masa sekolah hingga dunia kerja.

"Tidak ada waktu untuk istirahat bagi siswa. Saking kompetitifnya, terkadang mereka merasa bersalah loh untuk istirahat. Padahal bukan main loh ini ya hanya mau rebahan, tapi bisa merasa tak enak gitu. Itulah yang aku alami dulu," ujar Priscilla. 

Kondisi tersebut berbeda dengan Indonesia. Meski di beberapa kota besar tingkat kompetisi juga tinggi naman bagi mereka, itu jauh lebih santai dan setiap orang Indonesia bisa menikmati hidup dan waktunya dengan bebas.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement