Menkes menambahkan, bercermin dengan kasus sebelumnya, nyatanya kenaikan kasus (lebih dari 90 persen) terjadi karena didominasi oleh varian BA.4 dan BA.5.
"Begitu dia (BA.4 dan BA.5) sudah sampai 90 persenan, varian baru mendominasi dari total varian yang kita genome sequence, artinya peak-nya sudah sampai. Memang pengalaman kita di negara lain, XBB di Singapore, BQ.1 di Eropa sama Amerika, dia naiknya cepat tapi turunnya juga cepat," papar Menkes Budi panjang lebar.
Sementara itu, menurut Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta, sub varian baru Omicron XBB memang jadi salah satu yang menjadi dalang dari kembali melonjaknya kasus positif baru di Jakarta.
"Ya berbagai faktor salah satunya adanya varian baru," ujar Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti pada awak media 17 November lalu.
BACA JUGA:Vaksin Booster Masih Sanggup Atasi Varian Baru Covid-19
BACA JUGA:Angka Kasus Positif Covid-19 Meroket Terus, Ahli Epidemiologi: Genjot Testing dan Tracing di Masyarakat!
(Rizky Pradita Ananda)