KASUS gagal ginjal akut (GGA) di Indonesia dinilai mengalami penurunan. Hal ini disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dalam 10 hari terakhir tidak ditemukan penambahan kasus.
Menurut Budi penurunan terjadi akibat, adanya langkah cepat dengan penarikan obat sirup. Sehingga menekan laju pasien GGA, yang saat ini sudah tercatat 324 kasus.
"Gagal ginjal itu kalau aku lihat dalam 8 hari terakhir sudah tidak ada kasus baru. Jadi sejak itu (obat sirop) dilarang itu benar-benar turun drastis, mungkin bukan hanya 8 tapi 9-10 hari tidak ada kasus baru," jelas Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Kementerian Kesehatan, Jakarta Sabtu (12/11/2022)
Sementara untuk jumlah kasus yang dirawat, dikatakan sudah mengalami penurunan drastis. Menkes Budi mengatakan sekitar 22 pasien yang masih dirawat di Rumah Sakit.
Dia juga memastikan, jika jumlah kematian pun juga ikut menurun, dari empat kasus dan hampir tidak ada laporan penambahan.
"Jadi kasus yang lama karena kondisinya sudah parah kita nggak bisa obatin, meninggal masih ada, tapi kalo dibandingkan (kasus) yang dulu meninggalnya bisa 10-12 sekarang 0 0 1," kata Budi
Sementara untuk penyebab dari GGA pada anak di Indonesia, kemungkinan besar akibat obat sirup. Alasannya juga terbukti, dari hasil penelusurandilakukan Kementerian Kesehatan ditemukan obat, setelah pemeriksaan mengandung bahan berbahaya (cemaran etilen glikol).
Jumlah kasus GGA pun dikatakan menurun hingga lebih dari 90 persen sejak obat sirup dilarang untuk dikonsumsi. "Kenapa kita lihat demikian? Karena begitu obat itu diberhentikan itu turunnya lebih dari 95 persen yang masuk ke rumah sakit. Dan obat-obat kita cari di rumah- rumah yang sakit memang, setelah kita periksa memang ada unsur kimia yang berbahaya," ungkap Menkes Budi Gunadi Sadikin beberapa waktu lalu.
(Vivin Lizetha)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.