Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Moms, Gak Perlu Buru-Buru Cari Bakat Anak Ya

Martin Bagya Kertiyasa , Jurnalis-Jum'at, 11 November 2022 |14:34 WIB
Moms, Gak Perlu Buru-Buru Cari Bakat Anak Ya
Ilustrasi Mencari Bakat Anak. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

SEBAGAI orangtua, kita memang harus mengetahui apa saja bakat dan ketertarikan anak kita. Hanya saja, terkadang kita terlalu terburu-buru, ketika melihat anak kita menyukai sesuatu, padahal bisa jadi dia hanya tertarik sesaat.

Psikolog anak Erika Kamaria Yamin, M.Psi mengatakan, orangtua juga tak perlu terburu-buru untuk mengetahui dan menggali minat serta bakat sang anak. Sebab, setiap jenjang usia anak memiliki treatment yang berbeda.

Menurutnya, sebagai orangtua hal terpenting yang harus dilakukan adalah dengan mengajak sang anak berdiskusi. Dengan demikian, orangtua juga dapat memahami keinginan dan impian sang anak.

“Jadi peran orangtua adalah mengajak anak diskusi. Benar nggak kamu maunya ini gitu. Kasih tahu juga yang ada di baliknya itu bagaimana. Jadi komunikasi dua arah memang penting,” papar Erika seperti dilansir dari Antara.

Bakat Anak

“Sebenarnya enggak perlu khawatir dan setiap jenjang usia itu treatment-nya berbeda. Sebenarnya enggak harus buru-buru untuk menemukan dia ini bakatnya dimana. Karena bagi anak usia dini itu perjalanannya masih panjang sekali,” tambahnya.

Untuk anak usia dini, hal yang penting dilakukan oleh orangtua adalah dengan memberikan stimulasi dan eksplorasi kepada sang anak. Setelah usia sekolah dasar, biasanya anak pun akan lebih mengembangkan potensinya.

Ketika menginjak usia SMP, Erika menjelaskan bahwa di masa inilah hasil dari bakat dan minat anak akan mulai terlihat. Dari usia ini pula, orangtua dapat mengarahkan jenjang pendidikan hingga karir anak ke depannya.

“Kalau untuk anak usia dini, paling penting itu adalah stimulasi dan eksplorasi. Jadi mereka bisa paham. Ketika sudah sekolah dasar, biasanya mereka mulai mengembangkan potensinya,” ujar Erika.

“Habis itu di usia SMP, biasanya sudah mulai kelihatan hasilnya. Tiba-tiba, wah anak ini dari pengalaman dia eksplorasi ketahuan dia jagonya di sini kelamahannya di sini. Jadi sudah mulai bisa dipetakan dengan lebih kongkrit,” sambungnya.

Terakhir, Erika berpesan agar orangtua bisa peka sejak anak berada di usia dini. Misalnya ketika anak bermain, cobalah untuk lebih peka terhadap respon dan pilihan-pilihan anak. “Poin yang paling penting adalah sedari dini itu peka. Pekanya itu dengan observasi kesukaan anak apa. Kalau anak main tuh sukanya main apa sih gitu ya,” tutur Erika.

“Lalu yang penting adalah komunikasi dua arah, sehingga orang tua juga bisa dapat feedback anaknya suka nggak sama kegiatan yang lagi dilakuin. Enjoy nggak,” pungkasnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement