Namun kenaikan kasus saat ini, belum dapat dipastikan semata-mata sebagai akibat merebaknya varian XBB. Menurut Kemenkes varian BA.4 dan BA.5 masih mendominasi kasus yang ada di Indonesia.
"Sampai Oktober dan saat ini masih didominasi subvarian BA.4 dan BA.5 . namun untuk XBB sudah muncul terlihat di pertengahan ini,” sambung dr. Syahril
Meski demikian, jika melihat tren kenaikan kasus positif yang saat ini banyak dialami oleh negara lain, contohnya Singapura, China, hingga Amerika. Syahril menyebut, melonjaknya kasus juga tak terhindarkan akan dialami oleh Indonesia.
“Ke depan kalau melihat negara lain mengalami puncaknya, artinya kalau belajar dari negara tadi (di sini) akan mengalami kenaikan," tandasnya.
BACA JUGA:Tambah Dua Kali Lipat, Kemenkes Catat Ada 48 Kasus Varian XBB di Indonesia
BACA JUGA:Kabar Gembira! Pilihan Booster untuk Penerima Vaksin Sinovac Sudah Ditambah
(Rizky Pradita Ananda)