Bagian tengah gereja juga kemungkinan memiliki altar dan instalasi untuk anggur komuni.
Di sebelah biara terdapat bangunan kedua yang memiliki empat kamar, kemungkinan di sekitar halaman rumah kepala biara atau bahkan uskup pada gereja awal itu.
Lokasi itu baru-baru ini dikunjungi Noura binti Mohammed al-Kaabi, menteri kebudayaan dan pemuda negara tersebut dan Sheikh Majid bin Saud Al Mualla, ketua Departemen Pariwisata dan Arkeologi Umm al-Quwain yang juga putra penguasa di emirat itu.
Pulau itu masih menjadi bagian dari milik keluarga penguasa, yang melindungi pulau itu selama bertahun-tahun. Kementerian Kebudayaan UEA telah mensponsori sebagian penggalian, yang masih berlangsung di situs itu.
Para sejarawan mengatakan gereja dan biara awal itu menyebar di Teluk Persia di kawasan yang sekarang ini Oman hingga ke India. Gereja-gereja dan biara-biara yang mirip juga ditemukan di Bahrain, Irak, Iran, Kuwait dan Arab Saudi.
Pada awal 1990-an, arkeolog menemukan biara Kristen pertama di UEA, di Pulau Sir Bani Yas, yang sekarang menjadi cagar alam dan lokasi berbagai hotel mewah di pesisir Abu Dhabi, di dekat perbatasan Saudi. Biara ini juga berasal dari periode yang sama dengan temuan baru di Umm al-Quwain.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.