Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Biara Kristen Ditemukan di Uni Emirat Arab, Diperkirakan Peninggalan Era Pra Islam

Najwa Avifah Octavia , Jurnalis-Kamis, 10 November 2022 |06:27 WIB
Biara Kristen Ditemukan di Uni Emirat Arab, Diperkirakan Peninggalan Era Pra Islam
Biara Kristen kuno ditemukan di Pulau Siniyah, Uni Emirat Arab (Foto: AP/Kamran Jebreili via VOA)
A
A
A

SEBUAH biara Kristen kuno baru-baru ini ditemukan di Pulau Siniyah di lepas pantai Uni Emirat Arab (UEA). Biara tersebut diperkirakan berasal dari masa sebelum Islam menyebar di Semenanjung Arab.

Biara yang ditemukan di Pulau Siniyah, bagian dari Umm al-Quwain, memberi informasi baru mengenai sejarah Kekristenan awal di pesisir Teluk Persia.

Ini adalah kedua kalinya biara semacam itu ditemukan di Emirat.

Melansir dari VOA, Rabu (9/11/2022), usia biara ini diperkirakan sekitar 1.400 tahun, jauh lebih lama sebelum Uni Emirat Arab terbentuk menyusul kemunculan industri minyak yang berkembang pesat di gurun wilayah itu.

Sekarang ini, umat Kristen tetap menjadi minoritas di Timur Tengah, meskipun Paus Fransiskus baru-baru ini berkunjung ke Bahrain untuk mempromosikan dialog antaragama dengan para pemimpin Muslim.

"Saya pikir ini mengingatkan kita bahwa ada bab sejarah Arab yang terlupakan yang benar-benar menarik,” kata Timothy Power, profesor arkeologi di United Arab Emirates University yang membantu menyelidiki biara yang baru ditemukan itu.

“Kita tahu bahwa suku-suku Arab yang tinggal di kawasan ini dan lebih luas lagi di Arab Timur adalah orang Kristen pada masa kebangkitan Islam, dan bahwa sebagian dari mereka terus menjadi orang Kristen hingga tiga generasi setelah kebangkitan Islam.”

Power menganggap temuan ini penting karena menurutnya,“Ini menunjukkan masyarakat yang toleran di mana orang-orang dari agama yang berbeda dapat hidup berdampingan secara damai, bahkan mungkin kelompok-kelompok suku dengan afiliasi komunal yang berbeda dapat juga hidup bersama secara damai di daerah ini.”

 

Biara itu terletak di Siniyah, yang melindungi kawasan rawa Khor al-Beida di emirat Umm al-Quwain, sekitar 50 kilometer sebelah timur laut Dubai, di pesisir Teluk Persia. Para arkeolong menemukan biara tersebut di salah satu pantai pasirnya, di bagian timur laut pulau itu.

Penanggalan karbon dari sampel yang ditemukan di fondasi biara itu berasal dari antara tahun 534 dan 656. Nabi Muhammad lahir sekitar tahun 570 dan meninggal dunia tahun 632, setelah menaklukkan Makkah di wilayah yang sekarang menjadi Arab Saudi.

Jika dilihat dari atas, tata ruang biara di Pulau Siniyah itu menunjukkan jemaat berdoa di dalam gereja berlorong tunggal di biara tersebut. Ruang-ruang di dalamnya tampaknya memiliki tempat pembaptisan, juga tempat oven untuk memanggang roti atau wafer untuk komuni.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement