Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mantap! Kemenparekraf-Surrey University Jalin Kerja Sama Penelitian dan Pengembangan Pariwisata

Novie Fauziah , Jurnalis-Kamis, 10 November 2022 |01:02 WIB
Mantap! Kemenparekraf-Surrey University Jalin Kerja Sama Penelitian dan Pengembangan Pariwisata
Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: Kemenparekraf)
A
A
A

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, bahwa kerja sama antara Kemenparekraf dengan Surrey University Inggris dalam upaya penguatan penelitian bidang pariwisata, dapat berdampak pada pengembangan pariwisata Indonesia.

Sandiaga bilang, dampak pengembangan pariwisata di Indonesia yang dimaksud meliputi inklusif, berkelanjutan, produktif, dan memberikan dampak pada kebangkitan ekonomi dan terbukanya lapangan kerja bagi masyarakat lokal.

Ia menyebut, kerja sama ini meliputi program lokakarya penelitian serta konferensi penelitian bersama. Selanjutnya juga akan diadakan program benchmarking pengembangan dan daya saing pariwisata Indonesia secara nasional dan global, serta program pertukaran aktif dan kunjungan singkat.

BACA JUGA: Strategi Kemenparekraf Hadapi Ancaman Resesi 2023, Jaga Daya Beli hingga Andalkan Produk Lokal
Kemenparekraf-Surrey University Jalin Kerja Sama
(Foto: Dok. Kemenparekraf)

"Kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan kajian-kajian strategis, yang dapat dijadikan rekomendasi mengenai safety awareness yang perlahan tercipta dalam pola pikir para pelaku usaha pariwisata di Indonesia. Dan juga wisatawan dalam menyikapi setiap krisis di destinasi pariwisata," ujarnya dalam keterangan resminya saat seminar di Surrey University Inggris.

Sandi menambahkan, pihaknya akan tetap melakukan kesadaran untuk terus menerapkan protokol kesehatan yang disiplin. Sehingga dapat menghidupkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Nantinya kata dia, kerja sama ini juga akan menghadirkan pelatihan-pelatihan untuk personil Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) serta sarjana dari Universitas Surrey yang diharapkan dapat membangun kapasitas pemimpin di sektor publik ini.

Kolaborasi juga akan menghadirkan pelatihan untuk para profesional bidang pariwisata, perhotelan, event, dan lainnya 

Terkait kurikulum, akan ada kerja sama pengembangan perguruan tinggi di bidang pariwisata, perhotelan, dan _event management_ yang menjadi pilar penting dalam kebangkitan ekonomi nasional melalui sektor pariwisata dan kreatif.

"Kemenparekraf mengoperasikan enam politeknik pariwisata vokasi guna menghasilkan dan mengembangkan tenaga pariwisata yang kompeten. Pada akhirnya juga bercita-cita menghasilkan wirausahawan pariwisata yang akan menciptakan lapangan kerja di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif," terangnya.

Adapun alasan, mengapa Surrey University tertarik bekerja sama dengan Kemenparekraf. Hal itu karena Indonesia saat ini dikenal sebagai tujuan wisata internasional yang sedang berkembang juga aktif memperkuat penggunaan teknologi digital, guna mempermudah perjalanan dan transaksi bagi wisatawan.


Kemenparekraf-Surrey University Jalin Kerja Sama

(Foto: Dok. Kemenparekraf)

Perusahaan pariwisata yang sebagian besar adalah UMKM akan diuntungkan dengan makin terakselerasinya usaha sektor pariwisata ke digitalisasi.

"Kegiatan ini guna menanamkan jejaring dalam rangka mengembalikan kepercayaan wisatawan asing untuk berwisata ke Indonesia untuk pemulihan ekonomi nasional," ujarnya.

Kegiatan yang dihadiri Sandiaga tersebut mengusung tema 'Tourism in Indonesia, How to Excel in the time of Crisis' yang digelar bertepatan dengan partisipasi aktif Indonesia pada World Travel Market 2022 di Excel Center yang dihadiri lebih dari 180 negara

Mantan Wagub DKI Jakarta itupun mengapresiasi inisiasi Surrey University untuk hadir bersama pemerintah Indonesia melakukan kegiatan yang berorientasi pada pemulihan ekonomi, dan mendorong pemanfaatan pariwisata sebagai faktor pendorong.

Ia menambahkan, pihaknya percaya bahwa nantinya akan terus memperbaiki kondisi sosial ekonomi masyarakat secara komprehensif.

Infografis Destinasi Super Prioritas

Sehingga dapat diupayakan mengubah kebangkitan yang berupa kurva K (keadaan di mana yang kuat akan semakin kuat dan yang lemah akan semakin lemah) menjadi Kurva V (agar lebih kuat, adil, dan seimbang).

"Diharapkan industri pariwisata di Indonesia mulai bergerak dan semangat untuk kembali berkarya serta memberikan edukasi dalam penerapan protokol baru bagi pelaku usaha pariwisata, masyarakat pengelola destinasi pariwisata, researcher, dan masyarakat umum yang mengikuti kegiatan tersebut," pungkasnya.

(Rizka Diputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement