APAKAH kamu termasuk orang yang sangat takut melihat darah, bahkan bisa pingsan ketika melihatnya? Jika ya, bisa jadi kamu mengidap hemophobia.
Hemofobia adalah phobia spesifik yang ditandai dengan rasa cemas dan takut berlebihan ketika melihat darah, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kamu bisa merasa ketakutan ketika melihat darah di foto atau tayangan video.
Rasa takut tersebut tidak sebatas pada darah manusia. Darah hewan juga bisa bikin pengidap hemofobia merasa ngeri. Dalam kondisi parah, melihat darah bisa menyebabkan penderita hemofobia histeris dan pingsan.
Hemophobia adalah phobia spesifik yang berisiko muncul pada masa kanak-kanak. Jika tidak memperoleh penanganan psikologis atau psikoterapi, phobia darah dapat berlanjut hingga usia dewasa.
Hemofobia bisa muncul bersamaan ataupun diperburuk oleh fobia lain, seperti agoraphobia (fobia keramaian), trypanophobia (fobia jarum suntik), mysophobia (fobia pada kuman), dan sebagainya.
Selain itu, fobia darah bisa disebabkan oleh pengalaman traumatis, seperti mengalami atau melihat kecelakaan yang menyebabkan keluarnya banyak darah. Kejadian ini kemudian teringat jelas sehingga memicu ketakutan berlebih saat melihat hal yang berkaitan dengan darah.

Pola pengasuhan yang terlalu protektif juga bisa menambah risiko anak mengalami hemofobia. Karena takut terluka dan berdarah, anak jadi lebih takut mencoba sesuatu. Jika terus berlanjut, kondisi ini bikin anak punya ketakutan berlebih terhadap darah.
Level kecemasan saat menderita phobia jauh lebih tinggi dibandingkan rasa takut biasa. Hal ini membuat penderita fobia darah merespons objek yang ditakuti secara psikologis maupun fisiologis.
Di bawah ini sederet gejala umum yang dirasakan penderita hemofobia ketika melihat darah seperti dilansir dari KlikDokter.
- Nafas terasa berat atau cepat
- Jantung berdebar lebih cepat
- Sesak dan nyeri pada bagian dada
- Rasa cemas berlebihan atau panik
- Tubuh mendadak lemas
- Kehilangan kesadaran
- Badan gemetar
- Pusing dan mual
- Keringat dingin
Diagnosis hemophobia hanya bisa dilakukan oleh psikolog dan psikiater. Seseorang dapat dipastikan memiliki phobia darah apabila gejala-gejala di atas muncul dan menetap hingga lebih dari enam bulan.
Gejala dapat muncul hanya dengan melihat darah, baik secara langsung maupun tidak langsung. Pada kondisi yang parah, gejala timbul hanya dengan membayangkan darah.
Adapun cara menghilangkan phobia darah bisa dilakukan melalui proses terapi, seperti:
1. Psikoterapi
Psikoterapi yang biasa diberikan bagi penderita phobia adalah cognitive behavior therapy (CBT) alias terapi perilaku kognitif. Terapi ini bertujuan untuk membantu mengubah persepsi dan pola pikir penderita hemofobia terhadap darah. Selain itu, diikuti dengan perubahan pola perilaku dalam merespons darah.
2. Terapi Relaksasi
Cara mengatasi phobia darah bisa dengan melakukan terapi relaksasi. Terapi relaksasi bertujuan untuk melatih pernapasan dan otot dalam merespons darah sehingga meminimalkan dampak hemophobia. Rasa cemas, takut, dan stres dikelola lebih baik dengan teknik-teknik relaksasi.
3. Terapi Pemaparan Diri
Terapi pemaparan diri alias desensitization dilakukan secara bertahap dengan melibatkan objek yang menyebabkan rasa takut. Saat menjalani terapi, penderita hemophobia akan diminta psikolog untuk melakukan beragam aktivitas merespons darah secara bertahap. Aktivitas dilakukan dari melihat gambar, memperhatikan tekstur, hingga menyentuh darah.
4. Farmakoterapi
Pada beberapa kasus phobia darah bergejala berat, psikiater memberikan obat-obatan untuk mengatasi rasa cemas berlebih. Dengan mengonsumsi jenis obat antidepresan atau kecemasan sesuai resep dokter, penderita hemophobia diharapkan lebih tenang mengatasi ketakutannya.
Jika kamu mengalami gejala yang mengarah kepada hemophobia, cobalah berkonsultasi kepada psikolog atau psikiater. Apalagi jika gejala tersebut mengganggu keseharian dan hubunganmu dengan orang lain.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.