Setelah kondisi ini, siklus menstruasi reguler mereka akan kembali. Perubahan yang terjadi sesekali ini menjadi alasan mengapa dokter mencari pola perdarahan yang sering dan konsisten sebelum membuat diagnosis atau menyarankan perawatan kecuali ada infeksi atau masalah yang lebih serius.
2. Usia muda
Umumnya perempuan yang baru saja mengalami menstruasi memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur. Mereka cenderung memiliki siklus menstruasi yang lebih pendek atau terkadang lebih lama selama masa pubertas, yang dapat menyebabkan mereka mengalami dua kali menstruasi dalam 1 bulan.
Tingkat hormon berfluktuasi secara signifikan selama masa pubertas. Suatu penelitian juga menunjukkan bahwa siklus menstruasi wanita muda dapat memakan waktu sekitar 6 tahun untuk menjadi teratur sejak mereka mulai menstruasi.
3. Endometriosis
Endometriosis merupakan kondisi jaringan yang mirip dengan jaringan rahim tumbuh di area lain dari tubuh. Kondisi ini dapat menyebabkan sakit perut, kram abnormal, dan pendarahan tidak teratur.
Terkadang, pendarahan yang terjadi bisa cukup berat sehingga tampak seperti periode lain. Dokter dalam beberapa keadaan, mendiagnosis endometriosis menggunakan pemeriksaan panggul dan ultrasound.
Dalam pengobatannya, laparoskopi menjadi salah satu cara pasti untuk mendiagnosis kondisi tersebut.
4.Perimenopause
Perimenopause adalah kondisi yang mengacu pada tahun menjelang menopause ketika hormon seseorang mulai berubah. Kondisi ini dapat berlangsung hingga 10 tahun.
Selama waktu itu, seorang wanita sering mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur, termasuk siklus yang lebih pendek atau lebih lama, melewatkan periode, atau mengalami pendarahan yang lebih berat atau lebih ringan. Jika seseorang tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan berturut-turut, mereka mengalami menopause.