"Kalau dulu kami terkenal dengan destinasi yang besar, sekarang desa wisata ini mulai diangkat levelnya. Diangkat ke tingkat nasional bahkan internasional sehingga Trenggalek masuk sini dan ini sesuai dengan value dan misi dari Trenggalek yang ingin mengangkat pendapatan masyarakat. Langsung ke masyarakat dengan efek berantai yang banyak melalui desa wisata,” kata Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin.
Selain ragam potensi yang bisa dikembangkan di 152 desa di Trenggalek, pariwisata berbasis komunitas seperti desa wisata saat ini menjadi primadona baru pariwisata Indonesia.
Untuk itulah, Arifin berharap Desa Wisata Pandean bisa berbagi ilmu dan pengalaman dengan menjadi pembina untuk desa-desa wisata lain yang tengah merintis.

Jangka panjangnya, diharapkan seluruh desa wisata yang ada di Bumi Menak Sopal berkembang sehingga berdampak pada roda perekonomian.
"Karena mimpi kita bukan supaya besar Pandean sendiri. Tetapi kalau Pandean bersama-sama dengan desa-desa yang ada di Trenggalek nanti semuanya besar, maka Trenggalek akan menjadi daerah yang komplit. Orang mau 'healing' dengan tipe wisata seperti apa pun di desa-desanya nanti akan tersedia,” tandasnya.
(Rizka Diputra)