Guyonan dan tekanan terhadap korban KDRT bisa berdampak serius yaitu semakin takutnya korban KDRT untuk melapor dan bicara. Padahal kasus KDRT adalah masalah kompleks. Korban KDRT tak bisa langsung meninggalkan pelaku, mengingat dibutuhkan berbagai persiapan matang dan detail dari korban untuk bisa lepas baik secara mental fisik dan ekonomi.
Selain itu ada juga yang disebut dengan cycle of abused, yang salah satu fasenya disebut dengan honeymoon, yakni fase saat pelaku dan korban berselisih dengan baik atau memilih berdamai.Jika sudah seperti itu si korban akan meragukan dirinya sendiri. Alhasil, korban juga akan ragu dalam mengambil keputusan.
“Setelah bertengkar itu honeymoon phase, jadi fasenya kayak jatuh cinta lagi. Kemudian, waktu berjalan kita enggak ada yang tahu apakah si pelaku akan murni nantinya berubah atau tidak. Ini enggak ada yang tahu," sambungnya.
Namun jika merujuk pada kasus yang sudah ada, kebanyakan siklusnya akan berulang kembali sampai bisa 10 15 kali hingga akhirnya si korban baru memutuskan untuk lepas. Siklus yang sama, pelaku melakukan kekerasan tapi korban melawan, lalu pelaku melemah, korban ikut melemah, honeymoon phase lagi. Begini terus sampai memutuskan untuk berpisah.