“Mungkin koleksi ini lebih nggak dibilang feminine, tapi bahan-bahannya itu lebih untuk evening. Tapi kali ini juga kita baru mulai mencoba denim. Tapi denimnya juga masih bentuk hight fashion. Terus kita juga selalu ada leather,” lanjutnya.
Sesuai dengan identitas jenama Harry Halim, koleksi kali ini mayoritas terdiri atas luaran seperti setelan jas, jaket oversize dan cropped, coat panjang, dan jaket bomber dekonstruktif. Potongan lingkar yang menjadi aksen jumbai (frill) dominan di seluruh tampilan.

Koleksi dibuka dengan nomor serba hitam berbahan utama kulit sintetis, dilanjutkan dengan tampilan yang seluruhnya berbahan denim. Di pertengahan, Harry Halim menghadirkan sentuhan neon menyala dan payet keperakan. Koleksi kemudian diakhiri dengan ansambel warna pastel untuk menekankan aspek romantik jenama Harry Halim.
“Saya berusaha menciptakan siluet baru untuk pakaian laki-laki (menswear). Saya menggunakan bahan, warna, dan tekstur yang lebih feminin, tetapi masih terlihat maskulin untuk menswear. Kemudian bereksperimen dengan bahan denim, yang belum pernah saya coba sebelumnya,” tutur Harry Halim.