Lebih jauh Kepala UPTD Museum dan Taman Budaya Dinas Pendidikan dan Kabudayaan Sultra, La Udin mengatakan, panjangan kerangka ikan Paus Biro di dalam kawasan Museum ini ditemukan warga nelayan di Pantai Desa Lukansai Kecamatan Kulinsusu Utara Kabupaten Buton Utara tahun 1997 lalu dengan ukuran panjang 12 meter.
"Jadi awal penemuan ikan Paus Biru ini adalah warga nelayan di desa itu dengan kondisi sudah tidak bergerak lagi (sudah mati-red), lalu kami dari petugas Museum mendatangi ke desa itu dengan meminta kepada warga agar kerangka (tulang-tulang) ikan yang dilindungi itu bisa diawetkan untuk dijadikan pajangan dan koleksi milik Museum Sultra hingga saat ini," kata La Udin memungkasi.
(Rizka Diputra)