Misteri lain terungkap, jika tinggi Gunung Anak Krakatau selalu bertambah sekitar satu senti setiap harinya. Gunung ini semula hanya beberapa meter saja, namun kini telah mencapai 450 meter terhitung pada September 2022 sejak kemunculannya di tahun 1927.
Di balik sejarah yang begitu luar bisa terus terkenang hingga sekarang, kini Gunung Anak Krakatau difungsikan sebagai cagar alam. Gunung Anak Krakatau merupakan 'harta paling berharga' bagi ilmu pengetahuan karena menjadi fenomena sangat langka di dunia.
Ekosistem Gunung Anak Krakatau pun terus berkembang dan dijaga ketat kelestariannya, diperbolehkan pula bagi pelancong yang ingin menginjakkan kaki mereka di gunung tersebut tersedia empat tujuan, yakni melakukan penelitian, pendidikan, pengembangan pengetahuan, dan penunjang budi daya.
Mengutip laman Lampungprov.go.id, kawasan Gunung Anak Krakatau mulai dibuka menjadi destinasi wisata, pelancong akan ditawarkan mendaki gunung, melihat keindahan pantai dan surga bawah laut di pulau-pulau sekitarnya, seperti Pulau Sebesi, Pulau Umang, dan Lagoon Cabe.
Pulau Sebesi
Pulau ini merupakan salah satu pulau terbesar di Selat Sunda dengan luas sekitar 16 km2. Pulau Sebesi dijadikan transit sebelum ke Gunung Anak Krakatau, tersedia beberapa penginapan (homestay) dengan harga terjangkau, serta listirk di pulau ini menggunakan genset yang beroperasi mulai pukul 18.00 – 24.00 WIB.