GUNUNG Anak Krakatau kembali erupsi pada Rabu, 26 Oktober 2022. Gunung yang terletak di Selat Sunda itu tercatat 4 kali erupsi serta memuntahkan material vulkanik dengan ketinggian mencapai 200 meter di atas permukaan kawah. Ini adalah erupsi pertama sejak dua bulan terakhir.
Bicara soal Gunung Anak Krakatau, tentu sangat melekat pada gunung yang pernah menggemparkan dunia, yakni Gunung Krakatau.
Gunung legendaris itu pernah meletus dan menjadi catatan bencana gunung meletus paling luar biasa besar sekaligus mematikan sepanjang sejarah peradaban manusia.
Pada tahun 1880, aktivitas vulkanis berlangsung selama beberapa bulan. Gunung perbuatan tampak aktif mengeluarkan lava, setelah periode itu tidak ada lagi aktivitas vulkanis hinggga akhirnya muncul tanda-tanda hadirnya letusan pada bulan Mei 1883.
Letusan Gunung Krakatau ini menghasilkan debu luar biasa yang mampu menembus jarak hingga 90 km, berdampak pada terjadinya gelombang laut sampai 40 m vertikal dan telah memakan korban sebanyak 36.000 jiwa pada 165 desa di Lampung Selatan maupun Jawa Barat.

Menurut catatan sejarah yang sampai sekarang masih diceritakan, tepat pada 27 Agustus 1883 letusan Gunung Krakatau sangat dahsyat hingga semburan lahar dan abunya mencapai ketinggian 80 km.
Abunya pun, mengelilingi bumi selama beberapa tahun dilihat dari Amerika Utara dan Eropa tampak cahaya matahari berwarna biru dan bulan berwarna jingga.
Ya, kehebatan letusan pada waktu itu sukses melenyapkan Gunung Danan dan Gunung Perbuatan dari muka bumi, lalu tersisa tiga pulau, di antaranya Pulau Panjang, Pulau Sertung, dan Pulau Rakata, juga sebuah kaldera yang berada di tengah ketiga pulau itu dengan diameter 7 km.
Fenomena alam yang disebut keajaiban baru, pada tahun 1927 para nelayan tengah melaut di Selat Sunda tiba-tiba terkejut ketika melihat kepulan asap hitam di permukaan laut menyembul di antara tiga pulau, yakni di kaldera bekas letusan Gunung Krakatau.
Kemudian pada 29 Desember 1929 penampakkan dinding kawah muncul ke permukaan laut yang juga sebagai sumber erupsi. Hitungan dua tahun, setelah teka-teki kepulan asap di laut tersebut, muncul benda aneh yang semakin hari semakin jelas bentuknya, kini banyak dikenal Gunung Anak Krakatau.