Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Anak Mantan Wapres Amerika Hilang Misterius di Pedalaman Papua

Andini Putri Nurazizah , Jurnalis-Jum'at, 28 Oktober 2022 |13:00 WIB
Kisah Anak Mantan Wapres Amerika Hilang Misterius di Pedalaman Papua
Michael Clark Rockefeller hilang misterius di Papua (Foto: Smithsonian/Getty Images)
A
A
A

Sementara Michael dan Wassing tetap berada di perahu untuk menyelamatkan kamera, uang, dan barang barter Michael. Keesokan paginya Clark memutuskan untuk mencoba berenang ke pantai saat perahu mereka semakin jauh ke tengah laut. Wassing yang bukan perenang handal, mencoba mencegah Clark.

“Saya pikir saya bisa melakukannya," kalimat terakhir Clark sebelum menghilang.

"Kano yang ditumpangi terbalik dan tenggelam sehingga mereka terapung di lautan. Namun Michael tak sabar menunggu bantuan. Ia berenang menuju pantai dan meninggalkan rombongannya. Saat Rene berhasil diselamatkan, Michael tak pernah ditemukan," tulis buku Kopassus untuk Indonesia: Profesionalisme Prajurit Kopassus. Sekadar diketahui, Rene baru berhasil diselamatkan keesokan harinya.

Sontak saja upaya pencarian besar-besaran dilakukan termasuk melibatkan pasukan terlatih US Army. Misi menyelamatkan Clark juga mengerahkan helikopter, pesawat, kapal dan ribuan penduduk lokal.

Ilustrasi

Carl Hoffman (penulis buku Savage Harvest) bahkan sampai datang ke pedalaman Papua, untuk mencari jejak Clark. Ia juga mengumpulkan bukti, termasuk wawancara dengan penduduk di sekitar lokasi kejadian.

Banyak teori bermunculan, yang paling ramai adalah dugaan Clark menjadi korban kanibalisme suku Asmat di Otsjanep. Teori juga diperkuat dengan wilayah terdekat yang mungkin dicapai Clark adalah Otsjanep, dimana disana masih mempraktikkan kanibalisme kala itu.

Carl Hoffman selama investigasinya di Papua, sepat mendengar beberapa cerita tentang orang-orang Otsjanep yang membunuh Rockefeller setelah dia berenang ke pantai.

"Orang-orang yang telah menjadi peserta kunci dalam penyelidikan itu tetap diam selama 50 tahun, tetapi mereka masih hidup dan akhirnya mau berbicara," ucapnya.

Apapun itu, teori ini pun sebenarnya masih menjadi simpang siur karena keberadaan Clark yang tidak pernah ditemukan, dan penyebab pasti ia meninggal. Oleh karena itu berdasarkan hukum Amerika, Clark dinyatakan meninggal dunia pada tahun 1964.

(Salman Mardira)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement